Fosil Kucing Berusia 1000 Tahun Ditemukan di Kazakhstan

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 20:57 WIB
Suasana di Kopi Cat Cafe Kemang, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2020. Menanggapi rencana dicabutnya status PSBB pada 5 Juni mendatang, Kopi Cat Cafe menyiapkan sejumlah protokol kesehatan seperti membatasi jumlah pengunjung, mewajibkan menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer, dan membersihkan kucing setiap satu jam sekali sebagai cara mencegah penyebaran virus Covid-19. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti di Kazakhstan berhasil menemukan fosil seekor anak kucing yang diprediksi berusia 1000 tahun di wilayah Dzhankent.

Dahulu Dzhankent adalah wilayah permukiman abad pertengahan awal yang dihuni oleh suku Oghuz yang kesehariannya adalah penggembala.

Penemuan fosil itu diterbitkan di jurnal ilmiah berjudul, 'The earliest domestic cat on the Silk Road' pada 9 Juli 2020.


Berdasarkan penemuan para peneliti, fosil anak kucing dalam kondisi baik karena tengkorak, bagian tubuh atas, empat kaki, dan empat tulang belakangnya masih utuh.

Dilansir Haaretz, Rabu (15/7), tulang-tulang anak kucing tersebut lalu diamati dengan X-ray. Hasilnya, hewang malang ini menderita patah tulang.

Selain itu, sebagian besar giginya menunjukkan umur kucing yang relatif panjang.

"Mereka (suku Oghuz) dengan hati-hati merawat hewan ini sepanjang hidupnya, menyediakan makanan berkualitas tinggi dan perawatan medis," tulis para peneliti dalam jurnal penelitian dikutip dari CNET.

Para peneliti pun meyakini bahwa asal-usul kucing itu berasal dari Asia Tengah pada abad kedelapan.

Mereka juga meyakini bahwa kucing ini termasuk jenis kucing domestik atau nama ilmiahnya Felis catus yang berasal dari keluarga Felidae.

Dalam familia ini, kucing domestik (Felis catus) merupakan bagian dari genus Felis, yang merupakan kelompok kucing kecil.

Dibandingkan dengan anjing, kucing tidak mengalami perubahan besar selama proses domestikasi karena bentuk dan perilaku kucing domestik tidak secara radikal berbeda dari kucing liar. Kucing domestik pun sangat mampu bertahan di alam liar.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]