LIPI Ragukan Vaksin Corona Sinovac China Cukupi Kebutuhan RI

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 16:46 WIB
LIPI mengatakan kapasitas produksi vaksin Covid-19 Bio Farma dengan Sinovac China tak bisa mencukupi kebutuhan pasien Indonesia. Ilustrasi vaksin corona China untuk Indonesia. (AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan kapasitas produksi vaksin virus corona Covid-19 perusahaan BUMN Bio Farma dengan Sinovac Biotech Ltd dari China tak akan langsung bisa mencukupi kebutuhan vaksin di Indonesia.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto mengatakan Bio Farma tak akan bisa langsung memproduksi 250 juta vaksin Covid-19 yang perusahaan telah janjikan. Wien memperhitungkan kapasitas produksi Bio Farma adalah 50 ribu vaksin per minggu.

"Katakanlah kita butuh 250 juta vaksin dikalikan dua karena vaksin Sinovac butuh dua kali suntikan. Jadi kita butuh sekitar 500 juta vaksin. Kalau Bio Farma  memiliki kemampuan produksi 250 juta vaksin per tahun, saya hitung-hitung per minggu mereka hanya bisa produksi 50 ribu," kata Wien saat webinar LIPI, Selasa (28/7).


Oleh karena itu, Wien menyarankan agar pemerintah bisa mengalokasikan vaksin yang terbatas tersebut untuk tenaga medis yang terpapar langsung dengan pasien Covid-19.

Prioritas vaksin kepada tenaga medis ini merupakan salah satu yang harus dilakukan. Selain itu, pemerintah harus bisa memprioritaskan vaksin ke daerah-daerah 'merah' yang memiliki angka kasus Covid-19 tertinggi.

Wien mengatakan Bio Farma secara bertahap memproduksi vaksin, tak dapat langsung memproduksi sebanyak 250 juta dosis.

"Kita harus alokasikan tepat, vaksin ini digunakan di mana. Salah satu kemungkinan digunakan bagi para tenaga medis karena mereka langsung terpapar dengan risiko yang sangat tinggi karena menangani pasien Covid-19," kata Wien.

Selain itu, Bio Farma harus segera memikirkan logistik vaksin berupa wadah atau botol vaksin, plester, hingga tisu alkohol agar tak menjadi masalah di saat vaksin sudah siap.

Dalam hal penyediaan vaksin logistik, Wien menyarankan agar Indonesia bisa meniru Amerika Serikat yang khusus membentuk gugus tugas untuk mengurus logistik Covid-19.

"Saya yakin itu butuh satuan tugas khusus, di AS ada operation workspeed yang meliputi dua sisi. pertama terkait penyediaan vaksin, yang kedua terkait logistik vaksin itu sendiri," kata Wien.

Perlu campur tangan perusahaan lain untuk tingkatkan kapasitas produksi

Wien kembali mengingatkan, sangat sulit vaksin  bisa langsung tersedia 250 juta vaksin saat Bio Farma siap memproduksi vaksin pada kuartal pertama 2021 dan telah memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan peran dari perusahaan-perusahaan farmasi lain untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin Covid-19.

"Sehingga mungkin dibutuhkan perusahaan-perusahaan lain yang terlibat dari penyediaan vaksin," kata Wien.

Pernyataan Wien tersebut berkaitan dengan empat kerja sama antara Indonesia dengan luar negeri dalam pengembangan vaksin Covid-19, di antaranya adalah kerja sama dengan pengembang vaksin asal China dan Korea Selatan. 

Wien mengatakan kerja sama ini membuat Indonesia memiliki kandidat vaksin yang banyak karena vaksin yang masuk uji klinis belum tentu manjur dan aman bagi masyarakat di Indonesia.

Wien mengingatkan adanya potensi bahwa vaksin hanya manjur dan aman untuk kelompok umur tertentu. Kelompok umur lainnya membutuhkan vaksin yang berbeda.

Bagi Wien, banyaknya kerja sama bisa meningkatkan jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia apabila vaksin-vaksin tersebut manjur dan aman bagi masyarakat di seluruh kelompok umur.

"Syukur vaksin-vaksin yang dikembangkan itu sama-sama ampuh. Jadi ada orang dapat vaksin A dan ada yang dapat  vaksin B," ujar Wien.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]