Klarifikasi Repsol Tuding AHM Soal Monopoli Pelumas

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 17:38 WIB
Klarifikasi disampaikan Presiden Direktur STC Abraham Sudirman terkait. STC adalah distributor oli Repsol. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Ensup)
Jakarta, CNN Indonesia --

Distributor oli Repsol, Sukabumi Trading Coy (STC) memberikan klarifikasi mengenai pernyataan atas dugaan kasus monopoli Astra Honda Motor (AHM) terhadap penjualan pelumas di jaringan bengkel resminya Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). STC merupakan anggota Perhimpunan Distributor, Importir, dan Produsen Pelumas Indonesia (Perdippi).

Klarifikasi disampaikan Presiden Direktur STC Abraham Sudirman yang ditujukan kepada Perdippi dan diterima CNNIndonesia.com, Kamis (30/7) sore.

Menurut Abraham yang disampaikan perwakilan STC dalam keterangan resmi Perdippi bukan mewakili perusahaan STC, melainkan pendapat pribadi karyawan yang diketahui bernama Kong Mau Santosa.


"Pernyataan saudara Kong Mau Santosa yang tercantum dalam press realese adalah murni opini pribadi yang disampaikannya secara informal melalui aplikasi Whatsapp. Opini tersebut jelas bukan sikap atau pendapat resmi dari manajemen dan perusahaan STC," tulis Abraham.

Sebelumnya Kong berpendapat strategi bisnis pelumas AHM di jaringan AHASS merugikan STC.

Menurut Kong penguasaan produk pelumas dari AHM pada masa garansi kendaraan berdampak pada persepsi konsumen. Akibatnya pasar aftermarket kategori pelumas dikuasai AHM.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi jaringan AHASS, dan semua bengkel otomotif," kata perwakilan STC, Kong Mau Sentosa.

Repsol merupakan merek pelumas asal Spanyol yang memiliki hubungan erat dengan Honda melalui ajang MotoGP. Repaol dan Honda bahkan telah menjalin kerja sama untuk tim balap Honda di MotoGP selama lebih kurang 26 tahun.

Sekretariat Perdippi Akmeilani yang dihubungi terpisah juga membenarkan pernyataan STC. Menurut Akmeilani itu bukan menjadi pernyataan sikap perusahaan dalam menyikapi dugaan monopoli AHM, melainkan pribadi.

"Nanti juga kami akan siapkan keterangan resmi soal ini juga," kata Akmeilani.

Selain Repsol, merek oli lain yang masuk dalam anggota Perdippi, STP, juga sempat menyatakan keluhannya atas dugaan monopoli AHM ini.

"Praktik-praktik menutup jaringan secara eksklusif itu sangat tidak sehat," ungkap Christian, perwakilan dari pelumas STP Indonesia.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]