General Motors Ikut Boikot Iklan Facebook

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 10:11 WIB
Langkah General Motors ini mengikuti Ford, Honda, dan perusahaan non otomotif seperti Unilever, Coca Cola, Starbucks, dan Levi Strauss. Logo General Motors. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tindakan boikot beriklan perusahaan besar terhadap platform media sosial Facebook belum usai. Kini giliran raksasa otomotif dari Amerika Serikat, General Motors (GM), yang memutuskan hal serupa mengikuti jejak sejumlah perusahaan besar lain.

Laporan motor1.com menyebutkan GM tidak tertarik pada efektivitas Facebook sebagai platform iklan. GM juga tidak senang dengan cara Facebook menangani konten yang penuh kebencian.

GM juga disebut berupaya menarik iklan pada platform media sosial di bawah Facebook, yakni Instagram dan WhatsApp.


GM mengatakan perusahaan tidak puas dengan Facebook. Ini mendorong tindakan perusahaan menghentikan investasi pada platform milik Mark Zuckerberg itu yang disampaikan pada Jumat pekan kemarin waktu setempat.

"Kami mendorong mereka bergerak lebih cepat untuk mengimplementasikan perubahan yang berarti sehingga kami dapat dengan cepat kembali ke ruang digital yang lebih aman yang mencerminkan nilai-nilai merek kami," kata GM, dikutip Senin (3/8).

GM bukan pembuat mobil pertama yang menarik iklan di Facebook. Sebelumnya Ford dan Honda juga melakukan hal senada, mengutip Automotive News.

Perusahaan lain yang memboikot beriklan pada Facebook antaranya Unilever, Coca Cola, Starbucks, Levi Strauss, JanSport, dan The North Face.

Sementara itu Zuckerberg pernah mengatakan aksi boikot iklan sejumlah perusahaan besar dunia akan segera berakhir.

Pernyataan Zuckerberg ini sebetulnya bersifat rahasia, yaitu antara ia dan para karyawannya, namun jurnalis The Information berhasil memperoleh rekaman suara pria 36 tahun itu.

"Perkiraan saya adalah bahwa semua pengiklan ini akan segera kembali ke platform," kata Zuckerberg dikutip The Guardian.

Zuckerberg juga menegaskan dirinya tak akan mengubah kebijakan dalam memerangi konten negatif salah satunya ujaran kebencian.

"Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan kami pada apa pun hanya karena ancaman yang hanya berdampak kecil terhadap pendapatan," kata Zuckerberg.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]