Pindad Respons Anang-Ashanty Mau Jadi Konsumen Pertama Maung

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 19:47 WIB
Menurut Pindad pihaknya saat ini fokus menyelesaikan Maung versi militer pesanan Prabowo Subianto. Pindad Maung. (Dok. Pindad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Pindad Abraham Mose tak ingin terlalu menanggapi soal pesanan kendaraan taktis (rantis) ringan Maung versi sipil oleh figur publik Anang Hermansyah dan istrinya, Ashanty.

Abraham menjelaskan fokus perusahaan pelat merah ini yakni mematangkan Maung versi militer yang tidak lama lagi akan masuk tahap produksi massal.

Maung versi militer telah dipesan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebanyak 500 unit untuk melengkapi alat pertahanan Indonesia. Pengiriman tahap kepada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) direncanakan pada 5 Oktober 2020.


"Kami masih prioritas untuk penyelesaian yang tipe militer," kata Abraham melalui pesan singkat, Kamis (6/8).

Selain versi militer Pindad juga telah mengungkap rencana merancang Maung versi sipil yang akan dijual Rp400 juta - Rp500 juta. Banderol ini lebih murah dari versi militer yang dikatakan sekitar Rp600 juta.

Kabar Maung versi sipil ini mengundang atensi banyak pihak, termasuk media, artis, dan Youtuber.

Anang dan Ashanty menyatakan tertarik dan mau membeli maung versi sipil. Keinginan itu masuk dalam konten video yang tayang di akun Youtube Anang.

Dalam video tersebut terlihat Anang dan Ashanty berkunjung ke markas Pindad dan mencoba berbagai macam kendaraan termasuk Maung versi militer. Pada bagian akhir video keduanya mengatakan memesan Maung kepada perwakilan Pindad sehingga berhak menjadi sipil pertama yang melakukannya.

"Deal dua mobil, kami menjadi sipil pertama," kata Ashanty dalam tayangan video.

Perwakilan Pindad pada saat itu juga mengamini permintaan Anang dan Ashanty.

"Iya sipil pertama yang InsyaAllah akan memiliki Maung, tapi setelah 5 Oktober," kata perwakilan Pindad itu.

Divisi komunikasi Pindad Komarudin yang juga dihubungi terkait pesanan sipil pertama itu menjelaskan perusahaan masih fokus memenuhi permintaan Prabowo.

Menurut Komarudin, Pindad dan Anang-Ashanty belum membuat perjanjian mengikat.

"Tidak, tidak ada itu [tanda jadi atau uang muka]. Ya biasalah itu omongan saja. Kami masih memenuhi kebutuhan TNI dululah," kata Komarudin.

[Gambas:Youtube]

(ryh/fea)