Cacat Perangkat Lunak, Toyota Tarik Corolla Hybrid dan Prius

CNN Indonesia | Minggu, 09/08/2020 16:25 WIB
Toyota menarik untuk perbaikan (recall) Prius dan Corolla Hybrid lantaran cacat perangkat lunak yang menyebabkan mobil kehilangan tenaga. Ilustrasi Toyota Prisu ditarik atau recall. (Dok. Toyota Astra Motor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pabrikan mobil Jepang, Toyota menarik untuk perbaikan (recall) lebih dari 5.000 Prius dan Corolla Hybrid lantaran cacat perangkat lunak yang menyebabkan mobil kehilangan tenaga saat dikendarai.

Dalam pemberitahuan penarikan, Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mengatakan bahwa sistem hybrid pada kedua model mobil Toyota itu bisa sepenuhnya mati ketika mendeteksi kesalahan atau kegagalan komponen.

Mengutip Car Advice, Toyota mengatakan bahwa kesalahan perangkat lunak tersebut bisa menyebabkan hilangnya daya sama sekali, seolah-olah kendaraan dalam posisi gigi netral. Meskipun saat itu terjadi, sistem kemudi dan pengereman tetap bisa bekerja normal.


Model yang terdampak masalah itu adalah 847 Toyota Prius model tahun 2014-2015 dan 5.118 unit Corolla Hybrid tahun 2015 hingga 2018.

Jadi total kendaraan yang harus ditarik dari peredaran oleh Toyota terkait masalah itu sejauh ini sekitar 5.965 unit.

Sebelumnya, Toyota menarik sekitar 752 ribu mobil hybrid gas-listrik di seluruh dunia. Produsen mobil asal Jepang itu menarik tipe Prius tahun 2013-2015 dan Prius v hybrid tahun 2014-2017.

Penarikan ini dilakukan karena mobil hybrid itu dinilai dapat membahayakan. Pasalnya, mesin mobil hybrid itu bisa kehilangan tenaga dan mogok saat digunakan.

Mobil full hybrid merupakan kendaraan yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak (idling stop).

Mobil ini juga punya fitur pengereman regeneratif (regenerative braking), alat bantu gerak berupa motor listrik (electric motor assist), dan mampu digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV running mode) dalam hitungan waktu dan kecepatan tertentu.

Toyota menjelaskan bahwa mobil hybrid itu dirancang dengan mode fail-safe (gagal-aman) jika terdapat kesalahan dalam sistem hybrid.
Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, sistem itu tidak berfungsi. Sehingga, mesin bisa kehilangan daya dan mogok.

Power steering dan pengereman akan tetap berfungsi, tapi pada kecepatan yang lebih tinggi, mobil yang tiba-tiba mogok bisa meningkatkan risiko tabrakan.

Belum lama ini,  Toyota Indonesia mengumumkan recall sejumlah produknya terkait kerusakan pompa bahan bakar atau fuel pump. Perusahaan meminta konsumen yang mobilnya terlibat segera melakukan perbaikan ke bengkel resmi Toyota terdekat.

Recall Toyota diumumkan di situs resmi Toyota-Astra Motor (TAM). Dalam keterangan tertulis TAM, disebutkan mobil yang terlibat penarikan di antaranya Alphard produksi 2017-2018, Corolla produksi 2018, FJ Cruiser produksi 2013-2014, dan Kijang Innova, Fortuner, serta Hilux produksi 2017-2019.

Toyota tidak menuliskan jumlah total mobil yang mengalami masalah pada komponen tersebut.

(san/DAL)

[Gambas:Video CNN]