California Blokir Penjualan Mobil Bensin Mulai 2035

fea, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 10:49 WIB
Penjualan mobil bermesin bensin dilarang mulai 2035 dan kendaraan komersial medium serta heavy duty yang beremisi mulai 2045. Fasilitas produksi mobil listrik Tesla yang berada di California, AS. (AP/Ben Margot)
Jakarta, CNN Indonesia --

Negara bagian di pesisir barat Amerika Serikat (AS), California, bersikap agresif menanggapi tantangan perubahan iklim global dengan menjegal mobil-mobil yang rakus bahan bakar minyak.

Gubernur California Gavin Newsom pada Rabu (23/9) mengumumkan bakal memblokir penjualan mobil baru bermesin bensin mulai 2035.

Selain itu perintah eksekutif dari Newsom ini juga mewajibkan kendaraan komersial medium dan heavy duty wajib memenuhi syarat nol emisi mulai 2045. Newsom menjelaskan perintah ini untuk menghapus emisi berbahaya dari kendaraan bermesin pembakaran untuk melawan perubahan iklim global.


Kebijakan baru ini akan membuat California mulai 2035 hanya diizinkan menjual mobil yang menghasilkan nol emisi seperti mobil listrik. Meski begitu setelah jadwal tersebut warga California masih dapat mengendarai mobil beremisi dan melakukan jual-beli mobil bekas beremisi.

Tindakan Newsom ini dinilai agresif bakal mempengaruhi industri otomotif secara lokal ataupun global, mengingat California adalah negara bagian yang sangat mendukung isu ramah lingkungan.

"Ini adalah langkah paling berdampak yang dapat diambil negara kita untuk melawan perubahan iklim. Selama beberapa dekade kita telah membiarkan mobil mencemari udara yang dihirup oleh anak-anak dan keluarga kita," ucap Newsom.

"Warga California tidak perlu khawatir mobil membuat anak kita asma," katanya lagi.

California adalah pasar otomotif terbesar di AS, mewakili 11 persen dari total penjualan kendaraan baru pada 2019. Sedangkan mobil beremisi berkontribusi sekitar 50 persen dari semua penjualan kendaraan baru di California.

California adalah negara bagian pertama di AS yang berani melarang penjualan mobil beremisi. Jerman, Prancis, Kanada, dan dua negara bagian di AS lainnya, Seattle dan Los Angeles sudah berkomitmen melakukan hal yang sama meski sejauh ini belum ada pernyataan resmi.

(fea)

[Gambas:Video CNN]