China Tetap Gelar Pameran Mobil di Tengah Pandemi Corona

CNN Indonesia | Sabtu, 26/09/2020 13:40 WIB
Antusiasme pengunjung tetap tinggi meski pameran tidak banyak memamerkan mobil keluaran perusahaan mancanegara. Seorang bocah berfoto di depan mobil Citroen 1919 di Beijing Auto Show, 26 September 2020. (AFP/NOEL CELIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sempat ditunda selama lima bulan akibat pandemi, pameran mobil di China, Beijing Auto Show, telah dibuka hingga 10 hari ke depan. Antusiasme pengunjung tetap tinggi meski pameran tidak banyak memamerkan mobil keluaran perusahaan mancanegara.

Salah satu aturan selama pameran, pengunjung wajib mengenakan masker.

Pameran resmi dibuka mengingat sebagian besar wilayah China telah mengendalikan wabah. Ada harapan bahwa produsen bisa meningkatkan pasar mobil meskipun permintaan terpukul akibat pandemi. Sabtu (26/9) pagi tadi CEO BW China Jochen Goller mengatakan pertemuan ini berlangsung dan menandai 'simbol harapan'.


Melansir dari AFP pada Sabtu (26/9), industri otomotif China menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Penjualan mobil sempat anjlok hingga 80 persen lebih pada Februari ketika orang berdiam di rumah dan ekonomi terfokus untuk mengekang penyebaran virus.

Menurut Asosiasi Mobil Penumpang China, penjualan menunjukkan peningkatan setelah kuartal pertama yakni 8,8 persen.

Lanskap pameran terbilang luas dan memuat 800 kendaraan termasuk 82 peluncuran perdana. Mobil-mobil berdesakan demi menghidupkan minat di sela kemerosotan panjang akibat corona.

Lembaga pemeringkat S&P memperkirakan China jadi satu-satunya pasar yang mengejar volume 2019 dalam dua tahun ke depan di mana penjualan mobil global turun hingga 20 persen.

Kenapa bisa demikian?

China menunjukkan kendaraan listrik sebagai fitur utama. Ini pun diimbangi Beijing mendorong sektor otomotif yang lebih hemat energi sebesar 25 persen pada 2025.

Produk China seperti Nio dan XPeng pun bersaing dengan label Audi dan Nissan milik Jepang.

Sementara itu pemain mapan seperti Volkswagen dan BMW berkomitmen untuk membuat mobil listrik sendiri.

S&P memprediksi, meski penjualan mobil China turun hingga 9 persen tahun ini, kendaraan energi baru kemungkinan akan meningkat di paruh kedua.

(els/ard)

[Gambas:Video CNN]