Arti Harga Off The Road di Mobil Baru Mercy dan BMW

CNN Indonesia | Minggu, 25/10/2020 13:00 WIB
Merek premium seperti Mercedes-Benz dan BMW atau bahkan Ferrari dan Lamborghini sering kali memakai harga off the road saat menjual mobil baru. Ilustrasi mobil Mercedes-Benz. (Mercedes-Benz Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Merek premium seperti BMW, Mercedes-Benz, Lexus atau bahkan merek super mewah misalnya Ferrari dan Lamborghini kerap mengumumkan harga mobil baru mereka dengan status off the road. Perlu diketahui mobil yang dibeli dengan harga off the road belum bisa digunakan di jalan raya.

Istilah off the road menandakan harga mobil yang dijual belum termasuk biaya perpajakan sesuai regulasi yang membuat mobil itu legal digunakan di jalan raya. Perpajakan itu di antaranya meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor, Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK), dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Konsumen dapat membeli mobil dengan harga off the road, namun konsekuensinya pengurusan perpajakan dan surat-surat kendaraan mesti dilakukan sendiri. Sedangkan pada harga on the road, berarti kelengkapan legalitas diurus dealer.


Harga off the road dan on the road biasanya terpaut cukup jauh. Misalnya BMW Seri 320i Sport, menurut daftar harga resmi banderol off the road Rp859 juta namun banderol on the road Rp976 juta. Perbedaan kedua harga itu Rp117 juta.

Contoh lain, harga off the road BMW Seri 6 Gran Turismo M Sport Rp1,599 miliar, sementara harga on the road lebih mahal Rp217 juta menjadi Rp1,816 miliar.

BMW M8 Coupe Competition yang dijual off the road Rp6,749 miliar, menjadi Rp7,622 miliar dengan status on the road. Kedua harga ini terpaut Rp873 juta.

Deputy Director Sales Operations & Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Kariyanto Hardjosoemarto perubahan harga off the road menjadi on the road dihitung berdasarkan sejumlah instrumen pajak.

Beban pajak untuk menjadi on the road yakni PKB sekitar dua persen dan Bea Balik Nama (BBN) sebesar 10-12,5 persen tergantung daerah.

Menurut Kariyanto, karena masing-masing daerah memiliki tarif BBN berbeda, perusahaan memilih menggunakan bandrol off the road sebagai acuan dasar harga.

"Besaran BBN juga tidak sama di setiap daerah karena hal ini merupakan kewenangan daerah. Oleh karena itu untuk memberikan acuan dasar mengenai harga kendaraan, kami sering mencantumkan harga off the road," kata Kariyanto melalui pesan singkat, Jumat (23/10).

Selain itu perhitungan harga on the road juga meliputi biaya lain yang rinciannya tertera pada STNK.

"Jadi ada beberapa rincian yang biasanya dicantumkan di belakang STNK, saya tidak hapal satu persatu," ungkap Kariyanto.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK