Cara Amati Konjungsi Langka Jupiter-Saturnus Desember Nanti

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 16:46 WIB
Jupiter dan Saturnus akan alami konjungsi langka yang terakhir terjadi 800 tahun lalu pada Desember mendatang. Ilustrasi konjungsi. Konjungsi langka Saturnus Jupiter akan terjadi sangat dekat pada Desember mendatang dan bisa diamati dengan mata telanjang (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia --

Planet Jupiter dan Saturnus dilaporkan akan mengalami konjungsi sehingga terlihat sejajar dengan posisi sangat dekat jika diamati dari Bumi pada 21 Desember 2020.

Posisi ini merupakan yang terdekat dalam 800 tahun terakhir. Sebab, terakhir kedua planet terlihat sangat dekat, diamati pada 4 Maret 1226.

Fenomena itu akan menjadi konjungsi Jupiter-Saturnus berikutnya setelah terakhir terjadi pada 2000. Sebab, Kedua planet saling berdekatan tiap 20 tahun sekali.


Namun, tahun ini kedekatan keduanya istimewa. Seab, peristiwa ini menjadi konjungsi Jupiter-Saturnus terdekat sejak 1623, 14 tahun setelah Galileo membuat teleskop pertama. Kedekatan ini membuat mereka akan tampak seperti planet kembar.

Apalagi konjungsi pada 2000 tak dapt diamati, karena saat itu kedua planet hanya berada 3 derajat dari Matahari, melansir In The Sky

Para astronom menggunakan istilah "konjungsi besar" untuk menggambarkan pertemuan antara dua planet tersebut. Disebut konjungsi besar karena ini adalah peristiwa langka dari semua konjungsi lain yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

"Konjungsi ini istimewa karena kedua planet sangat dekat," jelas Patrick Hartigan, Professor Fisika dan Astronomi dari Universitas Rice Amerika Serikat (AS) seperti tertulis dari situsnya

"(Keduanya) sangat dekat sehingga mungkin menjadi tantangan untuk membedakan mereka dengan mata telanjang bagi banyak orang," tambahnya.

Pada Desember, Jupiter dan Saturnus diyakini akan terlihat dengan mudah. Sebab planet-planet itu terlihat di sebelah barat tak lama setelah matahari terbenam.

Jupiter akan lebih terang dari bintang manapun. Saturnus tidak secerah Jupiter, tapi seterang bintang paling terang dan bersinar dengan warna keemasan.

Cara amati konjungsi Jupiter Saturnus

Saat konjungsi, Jupiter dan Saturnus akan berjarak 0,1 derajat atau hanya 1/5 dari diameter bulan purnama jika dilihat dari Bumi.

Tentu saja, jarak asli kedua planet sangat jauh, lebih dari empat kali jarak Bumi dan Matahari. Tapi dari mata pengamat di Bumi, keduanya akan tampak seperti satu titik terang di langit.

Dari Jakarta, kedua planet bakal mulai terlihat sekitar pukul 18:17 WIB begitu langit menjadi gelap. Arahkan pandangan 26 derajat dari horizon ke arah barat. Saturnus dan Jupiter akan ada di konstelasi Capricorn. Keduanya akan tenggelam setelah 2 jam 8 menit setelah matahari tenggelam atau sekitar pukul 20:10.

Jika Anda mengamati keduanya dengan teleskop yang kecil, Jupiter dan Saturnus akan muncul di bidang pandang yang sama bersama dengan beberapa bulan mereka.

Namun akan sulit untuk melihat konjungsi ini di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa kata Patrick Hartigan, profesor fisika dan astronomi di Universitas Rice di laman resminya.

"Posisi pengamatan terbaik ada di sekitar ekuator. Meski peristiwa ini bisa diamati di mana saja," jelas Hartigan.

"Anda harus memiliki cakrawala barat data yang jelas dan tidak ada awan rendah di kejauhan," kata Hartigan, seperti dikutip Business Insider.

Dia merekomendasikan untuk memasang teleskop Anda sebelum hari benar-benar gelap dan membawa teropong.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK