Thailand Bersiap Bagi-bagi Kupon Diskon untuk Beli Mobil Baru

CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2020 18:35 WIB
Thailand menyatakan melanjutkan rencana pemberian kupon senilai Rp46 juta kepada pemilik mobil berusia lebih dari 10 tahun untuk membeli mobil baru. Bangkok International Motor Show. (bangkok-motorshow.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Thailand melanjutkan wacana skema tukar tambah pembelian mobil baru menggunakan kupon untuk merangsang penjualan yang terkena dampak negatif pandemi virus corona (Covid-19).

Rencana itu sebelumnya sempat diperdebatkan pada Agustus, namun Menteri Perindustrian Suriya Jungrungreangkit menyatakan pemerintah akan mengumumkan skema tersebut sebelum tahun ini berakhir.

Program ini mengusulkan pemberian kupon tukar tambah senilai 100.000 baht atau sekitar Rp46,7 juta kepada pemilik mobil berusia lebih dari 10 tahun. Tujuan hal ini agar mengurangi peredaran mobil lawas sekaligus menggerakkan industri produksi mobil.


Departemen Transportasi Darat setempat menyebutkan Thailand memiliki sekitar tiga juta mobil yang telah digunakan selama lebih dari 15 tahun. Program ini juga bertujuan polusi dari mobil tua.

Skema tukar tambah menggunakan kupon dikabarkan akan berjalan selama lima tahun dan terbuka bagi setiap jenis mobil. Hanya saja, beredar kabar program ini kemudian mengerucut kepada mobil listrik.

Suriya belum dapat memastikan apakah program ini hanya terfokus pada tukar tambah untuk kendaraan listrik ataukah tidak. Ia hanya menyatakan mobil listrik sedang menjadi tren dan masa depan otomotif.

Sejumlah pihak juga tak sependapat dengan pemerintah jika program ini hanya dikhususkan bagi mobil murni listrik.

Federasi Industri Thailand (FTI) tidak setuju karena kendaraan tanpa emisi tersebut sebagian besar diimpor secara utuh dari luar negeri sehingga harganya mahal.

Wakil ketua FTI Surapong Paisitpatanapong mengatakan saat ini mobil listrik hanya bisa dibeli untuk sekelompok tertentu. Selain itu stasiun pengisian listrik di Thailand juga belum tersebar merata.

"Kalau melihat daya beli masyarakat di dalam negeri, ternyata kebanyakan dari mereka ingin membeli mobil yang harganya tidak lebih dari 800.000 baht, lalu infrastruktur jaringan pengisian daya juga belum siap di seluruh negeri," ungkap Surapong.

Surapong juga bilang dukungan harusnya diberikan kepada produsen dalam negeri yang terkena dampak pandemi, terutama UKM yang memasok suku cadang ke pabrik mobil.

Melansir Bangkok Post, Pongsak Lertruedeewattanavong, wakil presiden MG Sales Thailand mengungkapkan bahwa sebagian besar produksi mobil di Thailand berpusat pada kendaraan dengan mesin konvensional.

Menurut Pongsak masyarakat juga tak akan melakukan pembelian atau memiliki menunda jika program belum memiliki aturan yang jelas.

"Kami setuju dengan gagasan itu, tapi pemerintah perlu mengklarifikasi," ujar Pongsak.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK