BMW Mundur dari Formula E, Ingin Fokus Mobil Produksi Massal

fea, CNN Indonesia | Kamis, 03/12/2020 16:17 WIB
BMW menyatakan sudah 'menghabiskan semua potensi pengembangan' sistem gerak listrik di Formula E. Mobil balap BMW i di Formula E. (David Dee Delgado/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

BMW telah mengumumkan bakal keluar dari Formula E setelah musim 2020-2021 berakhir. BMW menjadi manufaktur kedua yang mengundurkan diri usai Audi juga menyatakan hal yang sama pada awal pekan ini.

BMW mengatakan pengunduran diri setelah menyelesaikan sesi uji pra musim. BMW mengonfirmasi keluar dari Formula E karena merasa sudah 'menghabiskan semua potensi' untuk mengembangkan teknologi listrik.

Kompetisi pertama BMW sebagai tim manufaktur dimulai pada musim 2018-2019. Saat itu mereka menang di laga resmi pertama di Diriyah, kemudian mengakhiri musim di posisi lima.


Pada musim 2019-2020 BMW memenangkan tiga seri lainnya, namun tetap berada di posisi lima pada klasemen akhir.

"Setelah tujuh tahun sukses, BMW Group akan mengakhiri keterlibatannya dalam seri pada akhir musim depan," tulis pernyataan resmi tim BMW.

Menurut BMW pihaknya tidak lagi bisa mengembangkan sistem gerak listrik untuk transfer teknologi ke mobil produksi massal dalam lingkungan kompetitif Formula E.

Fokus strategi perusahaan dikatakan kini tertuju pada mobilitas elektrifikasi dan disebut ingin konsentrasi pada mobil produksi massal dengan generasi kelima BMW E-drives.

Sementara Audi mengatakan mundur dari Formula E setelah musim 2020-2021 berakhir lantaran ingin fokus pada program baru LMDh yakni bertanding di reli Dakar 2022. Audi sudah menyiapkan SUV e-tron untuk berkompetisi di laga yang dianggap paling ganas di dunia itu.

"Reli Dakar akan menggantikan keterlibatan manufaktur Audi di Formula E," tulis Audi.

(fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK