Pengguna Tak Bisa Akses Whatsapp Jika Tak Setuju Aturan Baru

CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 07:18 WIB
Dampak yang terjadi pada penguna jika tak setuju dengan aturan kebijakan privasi baru Whatsapp. Ilustrasi. Dampak jika tak setuju dengan perubahan aturan kebijakan privasi dan layanan Whatsapp (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengguna yang tidak menyetujui pembaruan aturan kebijakan privasi baru Whatsapp tak lagi bisa menggunakan layanan itu mulai 8 Februari 2021.

Pengguna yang tak bisa mengakses kemudian bisa memilih untuk menghapus akun. Namun sekalipun akun dihapus, Whatsapp tetap akan menyimpan sejumlah data pengguna.

Data yang disimpan adalah informasi terkait grup yang pengguna buat, atau informasi lain yang dimiliki pengguna, seperti salinan pesan yang telah pengguna kirim kepada mereka.


Pemilik Whatsapp yang kemudian memilih untuk menghapus akun secara maksimal perlu mempelajari informasi lebih lanjut dengan memeriksa 'Cara menghapus akun Anda'.

Penyampaian perubahan kebijakan ini akan muncul dalam bentuk notifikasi pop-up akan muncul di aplikasi pengguna.

Aturan ini terkait dengan pembaruan syarat layanan dan kebijakan privasi bagi pengguna Whatsapp. Dalam aturan baru ini tercantum sejumlah poin perubahan, salah satunya membagi data pengguna Whatsapp dengan Facebook.

Pembaruan tersebut meliputi bagaimana pihak WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis dapat mengakses layanan di Facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan WhatsApp, dan bagaimana WhatsApp akan segera bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di semua produk perusahaan.

Jika ingin terus menggunakan layanan, pengguna dipaksa untuk menyetujui notifikasi yang muncul dalam aplikasi Whatsapp. Sebab, jika opsi itu tak dipilih, pengguna tak bisa mengakses pesan di aplikasi Whatsapp.

Setelah menyatakan setuju, aturan berbagi data dengan Facebook baru akan diberlakukan pada 8 Februari 2021.

Pengguna yang menyetujui persyaratan tersebut akan membagi nomor telepon, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi interaksi, informasi perangkat seluler, alamat IP dan informasi lainnya dengan Facebook.

Pada masa mendatang, Whatsapp akan memberitahukan lebih lanjut beberapa data yang akan dibagi ke Facebook. Pada beberapa data, pengguna juga akan diminta persetujuan untuk menyerahkan data tersebut.

Kebijakan WhatsApp membagi data kepada Facebook bukan hal yang aneh. WhatsApp menjadi bagian dari Facebook setelah dibeli pada 2014 senilai US$16 miliar atau Rp190 triliun saat ini.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK