Cara Kerja Speed Gun yang Todong Sopir Ngebut di Jalan Tol

CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2021 13:10 WIB
Speed gun bekerja mengandalkan laser untuk menentukan kecepatan kendaraan yang sedang melintas. Ilustrasi pemakaian speed gun. (iStockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Speed gun mulai masif digunakan polisi Indonesia untuk membidik pengemudi yang melanggar aturan batas kecepatan. Kabar terbaru Polda Lampung juga sudah menggunakannya buat peinindakan di jalan tol.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan, pada Pasal 3 menetapkan batas kecepatan di jalan tol paling rendah 60 km per jam, sedangkan tertinggi 100 km per jam.

Sesuai namanya, speed gun berguna sebagai alat pengukur kecepatan. Alat yang bentuknya seperti pistol ini ditodong ke kendaraan yang dicurigai terlalu ngebut, jika terjadi pelanggaran maka penindakan dilakukan.


Dalam penindakan kepolisian juga punya toleransi. Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Lampung Kompol Azizal Fikri mengatakan penindakan dilakukan untuk pengemudi yang melaju di atas 110 km per jam.

"Kalau tidak terlalu melebihi kecepatan seperti 110 km/jam masih kami beri imbauan. Akan tetapi, jika di atas 110 km/jam, kami akan tindak, kemudian kami minta pelanggar membayar ke BRI," katanya.

Selain jadi alat penindakan, pemberitahuan penggunaan speed gun bertujuan sebagai pernyataan bahwa kepolisian mengawasi langsung kecepatan pengemudi di jalan tol. Harapannya pengemudi menjadi lebih tertib agar jumlah kecelakaan bisa ditekan.

Cara Kerja

Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), teknologi speed gun pada dasarnya memiliki prinsip kerja menggunakan frekuensi dan gelombang suara seperti radar, namun pada peralatan lebih canggih sudah mengandalkan laser.

Speed gun akan mengukur seberapa cepat kendaraan melaju menggunakan kecepatan laser mencapai objek lalu memantulkannya kembali. Speed gun yang diklaim akurat bisa mendeteksi atau mengukur kecepatan kendaraan sejauh maksimal 300 meter.

Kebanyakan speed gun yang digunakan polisi masih manual, artinya petugas masih perlu memegang kendali alat itu untuk menangkap pelanggar batas kecepatan.

Caranya menggunakannya petugas mengarahkan speed gun ke kendaraan yang terlihat melaju di luar batas kecepatan. Kemudian, apabila sudah ditentukan target, tarik tuas speed gun dalam waktu tiga sampai empat detik.

Setelah itu hasil dari pengukuran kecepatan kendaraan, jarak pengguna speed gun dengan kendaraan, lokasi atau jalan pengambilan, serta nomor polisi kendaraan akan terlihat di layar komputer.

Nantinya, data yang ditangkap alat ini akan langsung diteruskan ke petugas lain melalui jaringan internet, menurut Seva.

Bila melewati batas kecepatan, polisi yang bertugas akan mengirim foto kendaraan ke petugas lain yang sudah menunggu di gerbang tol untuk langsung melakukan penindakan.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK