Aisha Weddings Viral, Disebut Bertujuan Resahkan Publik

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 13:58 WIB
Pakar menilai viralnya Aisha Weddings tujuannya hanya untuk membangun keresahan. Ilustrasi Aisha Weddings. (dok. screenshot Aisha Weddings)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengungkapkan hasil analisis viral penyelenggara jasa pernikahan Aisha Weddings yang buat heboh publik karena mempromosikan poligami dan menikahi anak di bawah umur.

Ismail menyimpulkan jika viralnya Aisha Weddings tujuannya hanya untuk membangun keresahan. Cara ini dinilai berhasil. Karena informasi ini menurutnya tidak jelas muasalnya dan tidak diketahui siapa pembuatnya.

"Karena narasinya berhasil menarik komentar dari berbagai organisasi besar, dan juga diliput media mainstream dan TV," kicau @ismailfahmi, Kamis (11/2).


Atas dasar itu, Ismail meminta kehebohan publik ini tidak perlu dilanjutkan karena tidak jelas tujuannya dan bukan untuk promosi Wedding profesional.

Informasi Menyesatkan yang Berhasil Pancing Publik

Ia menilai, disinformasi atau hoax yang dibuat secara serius itu meresahkan masyarakat baik secara jagat maya maupun di ruang publik karena terdapat spanduk yang ditebar pada beberapa titik dengan informasi serupa.

Ismail mengatakan dengan adanya iklan nikah muda, poligami dan penyimpangan agama menyebabkan banyak pihak yang keberatan dengan informasi tersebut.

"Banyak pihak sudah menyatakan keberatan atas iklan nikah muda, poligami, penyimpangan pemahaman agama dan UU yg dibuat oleh akun tidak jelas ini," pungkasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian dinilai perlu mengungkap pelaku penyebar informasi tersebut agar tidak kembali terulang.

Ismail mengatakan Aisha Weddings sebagai Wedding Organizer (WO) tidak jelas keberadaanya, baik online maupun offline.

"Aisha Weddings ini sebagai WO resmi tidak jelas keberadaannya baik secara online maupun offline," cuitnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, situs Aisha wedding baru diisi kontenya pada 9 Februari lalu yang sebelumnya unggahan perbaruan situs itu terakhir dilakukan pada 2018 silam.

Ismail mengatakan, ada beberapa konten yang dituliskan di situs tersebut dinilai mengandung unsur provokatif yang bertuliskan 'Manfaat poligami yang bisa dinikmati umat Islam.'

"Umat Islam yang beneran mau poligami, juga ndak akan menulis seperti itu. Sepertinya terburu-buru bikin kontennya," singgung Ismail.

Sebelumnya, viral Aisha Weddings berhasil memancing seluruh pihak, termasuk KPAI. KPAI bahkan sudah melaporkan pihak Aisha Weddings ke kepolisian.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK