Cara Kerja Mengukur Detak Jantung Pakai Layar Ponsel

CNN Indonesia | Minggu, 14/02/2021 15:50 WIB
Mengecek detak jantung diklaim bisa lewat pemindai sidik jari yang dibenamkan dalam layar dan kamera ponsel Xiaomi Mi 11. Ilustrasi mengukur detak jantung. (Istockphoto/AaronAmat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengukur detak jantung kini bisa dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan menggunakan pemindai sidik jari dibenamkan dalam layar dan kamera ponsel Xiaomi Mi 11.

Pemindai sidik jari yang berada di bawah layar optik Mi 11 bertugas mengambil foto jari pengguna. Pengukuran detak jantung ini menggunakan teknik yang dikenal dengan nama photoplethysmography (PPG).

Ini adalah metode optik yang memanfaatkan sumber cahaya dan foto detektor untuk mengukur sirkulasi darah.


Optik yang terdapat pada sensor pemindai jari bertugas membaca jantung penggunanya seakurat jam tangan pintar atau smart band. Mengutip Xda, sensor optik sidik jari bekerja dengan cara mengklik gambar jari pengguna dengan menggunakan kamera mungil di bawah layar.

Mengutip Beebom, meskipun PPG bukanlah cara yang paling akurat untuk mengukur detak jantung, cara ini terbilang mudah di saat tidak memiliki peralatan medis profesional.

Selain itu, Xiaomi Mi 11 menambahkan dukungan pemantauan detak jantung menggunakan kamera dan flash LED yang terhubung dengan aplikasi Mi Health. Fitur ini dinilai lebih bagus dan terintegrasi dengan baik agar menghasilkan detak jantung yang detail.

Cara kerja pemindai detak jantung ini menggunakan penghitungan jumlah darah yang mencapai kapiler di jari-jari dan wajah yang perlahan mengembang dan mengempis.

Karena darah dapat menyerap cahaya, aplikasi ini menangkap perubahan jari dengan menggunakan flash kamera ponsel untuk menerangi kulit dan membuat pantulan.

Meskipun photoplethysmography adalah cara yang sudah teruji, tidak semua aplikasi pelacakan detak jantung ini dibuat sama seperti peralatan medis aslinya.

Mengutip CNET, ketika peneliti membandingkan empat alat uji detak jantung buatan dengan pengukuran EKG dan oksimetri ujung jari, mereka menemukan deteksi detak jantung yang dihasilkan berbeda 20 persen.

Artinya, pengukuran detak jantung standar operasional medis tetap menjadi acuan untuk mengetahui detak jantung yang lebih akurat.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK