Tensi Tinggi, India Disebut Tolak Investasi Otomotif China

fea, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 05:45 WIB
India dilaporkan bakal menolak 45 proposal dari China, dua di antaranya diyakini Great Wall dan SAIC. Great Wall Motors. (gwm.com.cn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Great Wall Motor dan SAIC Motor Corp, dua produsen otomotif asal China, dilaporkan bakal gagal berinvestasi di India usai tensi militer di perbatasan kedua negara tak kunjung reda.

Reuters melaporkan India berencana memblokir 45 proposal investasi dari China, yang disebut kemungkinan termasuk Great Wall dan SAIC. Proposal itu sudah tertahan sejak tahun lalu usai India mengetatkan kontrol investasi dari China akibat militer China menyerang wilayah Himalaya.

Total proposal investasi asal China yang kini tertahan sejumlah 150 dengan nilai lebih dari US$2 miliar. Perusahaan Jepang dan Amerika Serikat yang mengarahkan investasi melalui Hong Kong juga merasakan dampaknya lantaran Kementerian Dalam Negeri India meningkatkan pengawasan pada proposal mereka.


Menurut dua sumber Reuters dari pemerintahan yang sudah melihat daftar 45 proposal investasi menjelaskan sebagian besar punya ketertarikan pada manufaktur yang sebenarnya dianggap tidak sensitif dalam hal keamanan nasional.

Sumber tidak merinci yang dia katakan, meski begitu disebut dua sumber dari pemerintahan lain serta dua sumber lagi dari industri yang paham soal hal ini memaparkan Great Wall dan SAIC masuk dalam daftar itu.

Great Wall dan General Motors (GM) telah membuat proposal bersama pada tahun lalu yang ingin membeli pabrik mobil perusahaan AS di India dengan nilai US$250 juta - US$300 juta.

Greta Wall yang berencana menanamkan investasi US$1 miliar di India selama beberapa tahun ke depan pernah mengatakan membangun operasi di negara ini bagian dari strategi global. Great Wall ingin mulai menjual mobil di India mulai tahun ini yang kemudian diiring penjualan mobil listrik.

Great Wall menjelaskan belum menyerah dan berupaya membuat investasi dapat lampu hijau.

"Jika kami diberikan semua persetujuan yang relevan, kami akan melanjutkan pekerjaan di India, dengan mematuhi hukum dan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah India," kata juru bicara Great Wall.

SAIC yang sudah mulai jualan mobil di India sejak 2019 di bawah nama MG telah berinvestasi sekitar US$400 juta dari komitmen sekitar US$650 juta. SAIC tidak mengomentari informasi atas investasi ini.

(fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK