111 Hoax Vaksin Covid-19 di Facebook Hingga TikTok Dihapus

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 19:48 WIB
Kominfo menghapus 111 konten hoaks vaksin Covid-19 di media sosial. Ilustrasi TikTok. (AFP/OLIVIER DOULIERY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklaim sudah menghapus 111 isu hoax vaksin Covid-19 yang tersebar di media sosial. 111 isu hoax tersebut tersebar di Facebook 471 sebaran, Instagram (9), Twitter (45), YouTube (38) dan TikTok 15.

"Hoax tersebut sudah diturunkan oleh Tim AIS Kominfo," kata Koordinator Pengendalian Internet Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Anthonius Malau, mengutip Antara, Selasa (23/2).

Kominfo melihat kecenderungan hoax soal vaksin COVID-19 meningkat, akan berdampak serius jika tidak ditangani. Atas dasar itu Kominfo menggandeng kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah untuk menangani misinformasi (hoax) tentang vaksin COVID-19.


"Karena vaksin ini menjadi program pemerintah yang tidak boleh gagal, program ini harus berhasil seperti yang dikatakan para ahli untuk mencapai target herd immunity masyarakat, supaya COVID-19 bisa dikendalikan," katanya.

Untuk menangani konten hoax vaksin COVID-19 di media sosial, Kominfo menggandeng berbagai lembaga antara lain kepolisian dan Kementerian Kesehatan. Kominfo menilai pandangan dari lembaga lain adalah penting untuk mengatasi hoax soal vaksin ini.

"Syaratnya adalah kalau laporan masyarakat harus lengkap supaya cepat dapat ditindaklanjuti," kata Anthonius.

Kementerian Kesehatan, menurut Anthonius, merupakan lembaga yang memahami hal-hal yang berkaitan dengan vaksin COVID-19. Setelah mendapat informasi yang valid, Kominfo akan memberi label atau stempel pada konten yang diselidiki.

Konten yang sudah dilabeli sebagai kemudian disebarkan ke lembaga lain, termasuk pemerintah daerah untuk disosialisasikan hingga ke masyarakat. Anthonius melihat peran pemerintah daerah penting untuk menyebarkan klarifikasi soal hoax kepada masyarakat.

Kominfo juga diminta untuk menyebarkan klarifikasi hoax dalam bentuk poster dan ditempel di Puskesmas, agar masyarakat bisa membaca langsung.

Ketika informasi yang valid menjadi konsumsi masyarakat, Kominfo berharap masyarakat bisa menyebarkan lebih luas lagi informasi tersebut sehingga tidak ada lagi orang yang menolak vaksin COVID-19.

(antara/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK