Pahami Hal yang Perlu Diwaspadai Terkait Aturan Baru WhatsApp

imb, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 08:15 WIB
Aplikasi chat WhatsApp memberlakukan aturan baru yang sempat mengkhawatirkan sejumlah pengguna. Sejumlah hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp. Aplikasi chat WhatsApp memberlakukan aturan baru yang sempat mengkhawatirkan sejumlah pengguna. Sejumlah hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wacana berbagi data pengguna WhatsApp kepada Facebook ditunda setelah beramai-ramai pengguna WhatsApp uninstall dan berpindah ke aplikasi percakapan lain.

Perubahan kebijakan tersebut berkaitan dengan keinginan WhatsApp mengembangkan layanan API (Application Programming Interface) untuk banyak perusahaan besar yang bergerak di bidang jasa.

WhatsApp menunda penerapan kebijakan baru tersebut yang semula akan berlaku pada 8 Februari ditunda hingga 15 Mei. Pengguna baiknya memahami hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp.


Pasalnya, pihak WhatsApp telah memberikan ultimatum kepada pengguna akan keharusan menyetujui perubahan kebijakan tersebut atau pengguna tidak dapat sama sekali menggunakan WhatsApp setelah 15 Mei.

Kebijakan privasi baru WhatsApp mengharuskan pengguna berbagi data ke Facebook.Sejumlah hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

Ketua SAFEnet Damar Juniarto menjelaskan pengguna tidak harus terburu-buru untuk mencari platform komunikasi yang dinilai lebih aman.

Namun, pengguna disarankan untuk mengubah perilaku menggunakan media sosial dan meningkatkan keamanan privasi bila ingin tetap menggunakan Whatsapp dikutip dari halaman blog Damar Juniarto Senin (25/1).

Keamanan privasi meliputi cara untuk membentengi diri di jagat media sosial, seperti memperkuat dengan perlindungan password tambahan serta menggunakan verifikasi dua langkah.

Pengguna juga disarankan untuk mengelola identitas digital dengan membatasi pembagian data di banyak platform guna menghindari kebocoran data pribadi.

Selain yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp, beberapa cara yang dapat dilakukan pengguna, agar terhindar dari kejahatan di dunia digital sebagai berikut:

1. Baca Ketentuan Aplikasi

Pengguna disarankan untuk memilih platform perpesanan atau aplikasi yang menerapkan enkripsi dan desentralisasi data. Cara ini menjadi penunjang untuk menjamin percakapan yang dikirim hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima.

Hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp tak hanya itu, desentralisasi data dapat mengurangi risiko serangan pada pusat data di satu tempat yang menjadi incaran para peretas.

Tetap waspada, mencari tahu dan memeriksa kembali apakah perilaku yang dilakukan sudah meminimalisir risiko pelanggaran privasi dan kerentanan keamanan digital.

2. Disiplin Menahan Diri untuk Berbagi Data

Segera ubah perilaku dengan memulai budaya keamanan digital, tidak menyebarkan data diri, serta membentengi dengan password verifikasi dua langkah untuk keamanan data pengguna. Hindari juga menggunakan tanggal lahir sebagai kata sandi.

Ilustrasi WhatsAppMenjaga data pribadi adalah salah satu hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp (Foto: istockphoto/ oatawa)

3. Pahami Risiko yang Terjadi Akibat Berbagi Data

Apabila pengguna masih ingin menggunakan platform WhatsApp sebagai sarana untuk berkomunikasi, disarankan untuk memahami risiko apa yang muncul bila data pribadi disalahgunakan oleh pihak ketiga untuk berbagai hal seperti :

  • Pengajuan pinjaman online
  • Profiling iklan politik atau media sosial
  • Pembobolan layanan pembayaran digital
  • Telemarketing, dan sebagainya.

Setelah memahami hal tersebut, pengguna disarankan untuk memilih aplikasi yang dirasa dapat menjamin privasi, namun tanpa mengubah perilaku dari budaya keamanan siber.

Ilustrasi WhatsAppSebelum beralih, perhatikan hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp (Foto: istockphoto/ gilaxia)

Sebelumnya, pakar keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya mengatakan data pengguna yang akan dibagikan Whatsapp ke Facebook bersifat metadata. Metadata merupakan informasi yang dikumpulkan perusahaan internet mengenai penggunanya.

Menurut Alfons, informasi yang dikumpulkan Whatsapp dari pengguna ada dua, yakni terkait informasi dasar perangkat ponsel dan informasi dasar dari pengguna.

Informasi perangkat bisa mengenai detail perangkat keras, merek, tipe, memori, sistem operasi yang Anda gunakan, informasi peramban, Detail IP dan ISP pengguna, jaringan layanan seluler yang digunakan, nomor telepon, dan pengidentifikasi perangkat.

Demikian hal yang perlu diwaspadai terkait aturan baru WhatsApp. Gali sedalam-dalamnya informasi agar memahami mengapa harus menyetujui kebijakan baru tersebut dan kemungkinan dari risiko yang terjadi.

Jika memutuskan berpindah aplikasi, bacalah syarat penggunaan aplikasi percakapan baru tersebut sebelum menggunakan.

(imb/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK