Pengamat Sorot Investasi Miras, Singgung Kecelakaan Lalin

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 19:24 WIB
Pengamat transportasi menilai investasi miras bisa berdampak buruk pada dunia transportasi. Ilustrasi miras. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pihak banyak menentang terkait keputusan Presiden Joko Widodo  (Jokowi) yang membuka keran investasi minuman keras atau miras. Salah satu penolakan diungkap pengamat transportasi Darmaningtyas yang mengatakan terdapat sisi baik untuk ekonomi akibat investasi, namun ia menilai miras berdampak buruk terhadap dunia transportasi.

Kata dia miras penyebab pengemudi mabuk adalah salah satu faktor pemicu kecelakaan lalu lintas. Menurut Darmaningtyas hal tersebut ia ketahui dari rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Kalau dari WHO memang mengembangkan penilaian atau indikator mengenai penyebab kecelakaan lalu lintas salah satunya minuman beralkohol atau miras," ucap dia saat dihubungi pada Senin (1/3).


Pengemudi yang mabuk dikatakan tak akan dapat mengendalikan kesadaran saat mengemudi. Ini yang menjadi cikal bakal terjadinya kecelakaan.

Ia mengatakan banyak juga daerah yang mengeluh soal penggunaan miras menjadi penyebab kecelakaan.

Namun ia enggan mengungkap data soal hal itu. Ia menyerahkan kepada kepolisian masing-masing wilayah atau Korps Lalu Lintas Polri untuk membuka data soal penyebab kecelakaan di Indonesia yang salah satunya akibat miras.

"Ya ada juga yang mengeluhkan bahwa salah satu kecelakaan penyebabnya yakni minuman beralkohol," ucap dia.

Kasubdit Laka Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri Komisaris Besar Agus Suryo Nugroho yang dihubungi terpisah membenarkan miras merupakan salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Menurut data yang dia ungkap, total kecelakaan lalu lintas yang tercatat di Indonesia pada 2019 sejumlah 121.641 kejadian, sementara pada 2020 turun menjadi 101.198 kejadian.

Dari jumlah kecelakaan pada 2019 tersebut, 888 kecelakaan di antaranya karena konsumsi miras yang mengakibatkan 241 orang tewas, 195 orang luka berat, dan 533 orang luka ringan.

Kemudian pada 2020, kecelakaan akibat menenggak miras berjumlah 726 kejadian. Kecelakaan itu menyebabkan 201 orang tewas, 184 orang luka berat, dan 417 lainnya luka ringan.

"Itu diakibatkan miras semua," kata Agus.

Agus menambahkan penyebab kecelakaan akibat kontaminasi miras paling banyak terjadi di Papua dan Sulawesi Utara.

Darmaningtyas mengatakan mendukung daerah di Indonesia yang melakukan pembatasan atau melarang peredaran minuman keras. Sayangnya, kata dia, hanya sebagian kecil daerah di Indonesia yang membuat aturan soal pelarangan atau peredaran minuman beralkohol itu.

"Hampir semua daerah tidak punya pembatasan miras. Misal larangan Perda hanya daerah tertentu seperti Bantul atau Aceh," kata Darmaningtyas.

Jokowi diketahui sudah membuka keran investasi untuk industri miras mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt. Sebelumnya tiga jenis investasi tersebut masuk dalam bidang usaha tertutup investasi.

Aturan baru ini tertuang dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK