TIPS OTOMOTIF

Polisi Bongkar 10 Perilaku Utama Penyebab Kecelakaan di Jalan

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 07:22 WIB
Korlantas Polri sudah memilah 10 perilaku penyebab terbanyak kecelakaan lalu lintas, paling atas ceroboh terhadap lalu lintas dari depan. Pengendara sepeda motor tergelincir saat melintasi perlintasan rel kereta api yang memotong Jalan Raya Yos Sudarso, Kota Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/1). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korlantas Polri membeberkan 10 perilaku tidak berkeselamatan yang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas berdasarkan data per 2020. Pengemudi kendaraan diimbau menghindari kesalahan seperti ini guna mendukung keselamatan berkendara di jalan raya.

Korlantas Polri menjelaskan jumlah kecelakaan yang tercatat pada 2020 sebanyak 100.028, angka ini turun 14 persen dari 2019 (116.411 kecelakaan).

Sepeda motor adalah jenis kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan, yakni mencapai 260.963 unit, diikuti angkutan barang 26.176 unit, angkutan orang (bus) 20.089 unit, adn mobil penumpang 7.736 unit.


Kasidukdikmas Subditdikmas Ditkamsel Korlantas Polri AKBP Danang Sarifudin dalam webminar Adira Finance terkait Road Safety Behavior Research, Selasa (30/3), menjelaskan, motor memiliki catatan terbanyak karena kendaraan ini favorit masyarakat.

"Karena sepeda motor ini didesain bukan untuk angkutan jarak jauh atau menjadi angkutan umum. Sementara di kita sudah ada ojek konvensional, ojek online, yang sarananya motor," ujar Danang.

Selain itu Danang juga bilang penggunaan motor umumnya disukai masyarakat, misalnya di Jakarta, karena dirasa lebih praktis, efisien.

"Disamping itu juga kita pada umumnya lebih suka naik sepeda motor, mohon maaf, Jakarta, kota besar, lebih praktis, lebih efisien, menyusup ke celah-celah yang tidak memungkinkan, termasuk sarana jalan yang tidak untuk motor atau gang-gang bukan untuk peruntukannya," kata Danang lagi.

Berikut data 10 perilaku penyebab kecelakaan terbanyak menurut Korlantas Polri:

1. Ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (25.136 kasus) 17,4 persen
2. Gagal menjaga jarak aman (23.308 kasus) 16,1 persen
3. Ceroboh saat belok (15.045 kasus) 10,4 persen
4. Ceroboh saat menyalip (10.102 kasus) 6,91 persen
5. Melampaui batas kecepatan (9.995 kasus) 6,9 persen
6. Ceroboh aturan jalur (8.742 kasus) 6 persen
7. Mengabaikan hak pejalan kaki (5.454 kasus) 3,8 persen
8. Gagal memberi isyarat lampu sinyal dan rem (2.496 kasus) 1,7 persen
9. Kelelahan (1.789 kasus) 1,2 persen
10. Mendadak mengubah kecepatan (1.117 kasus) 0,7 persen

(fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK