Helikopter Ingenuity Buatan NASA Mendarat di Mars

CNN Indonesia
Selasa, 06 Apr 2021 07:59 WIB
Ingenuity telah turun ke daratan setelah menempel di robot Perseverance yang dikirim NASA ke Mars, helikopter ini segera melakukan penerbangan pertama. Helikopter mini NASA, Ingenuity. (AFP/PATRICK T. FALLON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Helikopter mini buatan NASA, Ingenuity, dilaporkan telah mendarat di Mars pada Minggu (4/4). Pendaratan ini merupakan langkah penting bagi Ingenuity melanjutkan misinya menjelajahi Mars.

Ingenuity diketahui berada di perut robot Perseverance yang dikirim NASA ke Mars. NASA menyebut dalam unggahannya di Twitter bahwa Ingenuity sudah menjelajah 471 juta kilometer bersama Perseverance.

Melansir AFP, Ingenuity, mendapatkan energi gratis selama berada di perut Perseverance. Namun setelah terpisah, Ingenuity harus mengandalkan baterainya sendiri buat menjalankan komponen penting, yakni pemanas guna melindungi komponen elektronik dari suhu dingin saat malam hari di Mars.

"Pemanas ini membuat interior sekitar 7 derajat Celcius saat malam dingin Mars, di mana suhu bisa turun hingga - 90 derajat Celcius. Kenyamanan itu melindungi komponen kunci seperti baterai dan peralatan elektronik lain yang sensitif temperatur sangat dingin," kata Bob Balaram, ketua insinyur proyek helikopter Mars dari Jet Propulsion Laboratory.

Dalam beberapa hari ke depan, tim Ingenuity akan mengecek apakah panel surya bekerja dengan baik untuk mengisi baterai sebelum menguji coba motor penggerak dan sensor menjelang penerbangan perdana.

NASA mengumumkan penerbangan pertama Ingenuity diperkirakan akan terjadi pada 11 April. Penerbangan ini tidak mudah sebab atmosfer di Mars kira-kira hanya satu persen dari Bumi.

Gravitasi Mars yang dikatakan cuma sepertiga Bumi diharapkan bisa membantu penerbangan Ingenuity. Namun, pendaratan Perseverance di tempat luas yang bisa jadi menguntungkan bagi penerbangan pertama Ingenuity.

Ingenuity direncanakan melakukan lima kali penerbangan setiap bulan dengan salah satu misi mengambil foto. Helikopter seberat 1,8 kilogram yang menghabiskan dana US$85 juta ini bisa menjadi alat studi revolusi eksplorasi antariksa.

(pjs/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER