Diduga Terlibat Intrik, Tesla Diawasi China

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 20:46 WIB
Tesla dituduh membangun jaringan khusus dengan regulator dan upaya memperkuat hubungan dengan pemerintah untuk kepentingan perusahaan. Elon Musk, CEO Tesla. (Foto: AFP/FREDERIC J. BROWN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China meningkatkan pengawasan terhadap raksasa otomotif Tesla soal isu keselamatan mobil listrik, membangun jaringan khusus dengan regulator dan upaya memperkuat hubungan dengan pemerintah untuk kepentingan perusahaan.

Tesla membuat resah China sebab sebelumnya tidak terlihat melakukan banyak interaksi di belakang layar dengan pembuat kebijakan di China.

Kabar tersebut tengah ramai di China, namun perusahaan otomotif asal Amerika Serikat itu belum menanggapi hal tersebut.


Disebutkan umumnya di China sering diadakan diskusi antara pabrikan otomotif dengan regulator di China untuk membahas kebijakan dan standar industri bersama banyak perusahaan global dan lokal, asosiasi industri, dan beberapa lembaga.

Namun belakangan tak satu pun pejabat Tesla hadir dalam pertemuan tertutup itu menurut empat orang yang mengetahui masalah tersebut dikutip Reuters.

Sebaliknya, pejabat Tesla berbicara di konferensi industri terkenal. Kemudian di luar China, kepala eksekutif Tesla Elon Musk secara teratur menggunakan Twitter untuk mengomentari atau mengkritik regulator atau aturan.

Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, eksekutif Tesla menghadiri setidaknya empat diskusi kebijakan di China. Saat itu banyak topik yang dibahas seperti penyimpanan data otomatis, teknologi komunikasi kendaraan-ke-infrastruktur, daur ulang mobil, dan isu emisi karbon.

Tesla yang berbasis di California tidak membuat komitmen besar pada pertemuan tersebut, namun sebaliknya Tesla mengklaim telah meningkatkan hubungan dengan pemerintah China.

Tesla bahkan telah mempekerjakan manajer untuk posisi memperbarui database perusahaan dan memelihara hubungan dengan pemerintah dan asosiasi industri untuk membangun lingkungan eksternal lebih harmonis agar mendukung pengembangan bisnis Tesla di pasar otomotif China.

China diketahui sebagai pasar kedua terbesar Tesla setelah Amerika Serikat. Praktis Tesla menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan industri otomotif penunjang di China selama beberapa bulan terakhir.

Perusahaan otomotif mobil listrik tersebut menolak memasuki yang bukan ranah mereka demi kepentingan perusahaan.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK