Fitur yang Hilang Andai Tak Setuju Syarat Privasi WhatsApp

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 13:15 WIB
Mulai 15 Mei pengguna WhatsApp yang tak menyetujui syarat privasi baru akan kehilangan akses obrolan, tak bisa melakukan panggilan audio dan video, dan lainnya. Ilustrasi WhatsApp. (istockphoto/ oatawa)
Jakarta, CNN Indonesia --

WhatsApp telah memperkenalkan kebijakan privasi baru untuk penggunanya yang mencakup persyaratan baru berbagi data dengan Facebook sebagai syarat penggunaan.

Meskipun sempat ditunda, WhatsApp akhirnya memastikan akan menonaktifkan beberapa fungsi aplikasi hingga pengguna menerima persyaratan privasi yang baru.

Melansir 9to5mac, WhatsApp telah memperbarui artikel dukungan di situsnya dengan rincian lebih lanjut tentang perubahan privasi yang akan datang.


Perusahaan menegaskan kembali bahwa akun pengguna tidak akan dihapus, tapi pengguna yang menolak persyaratan baru akan memiliki 'fungsionalitas terbatas' di akun mereka.

Mulai 15 Mei, pengguna pada akhirnya akan kehilangan akses ke beberapa fitur WhatsApp hingga mereka menerima persyaratan baru. Pertama-tama, pengguna akan kehilangan kemampuan mengakses daftar obrolan.

Kemudian, panggilan audio dan video akan berhenti berfungsi dan pengguna tidak akan lagi menerima pemberitahuan pesan baru di WhatsApp.

Melansir IOL, pengguna tidak akan dapat menerima panggilan masuk atau pemberitahuan, dan akhirnya, WhatsApp akan berhenti mengirim pesan dan panggilan ke ponsel Anda setelah beberapa minggu fungsi dibatasi.

Jika memutuskan untuk keluar dari WhatsApp, platform itu akan memungkinkan Anda untuk memindahkan riwayat obrolan ke platform lain.

Penting juga dicatat bahwa pembaruan yang akan datang bukan tentang mengubah privasi percakapan pribadi Anda. Perubahan ini terutama berlaku untuk obrolan bisnis.

Platform obrolan milik Facebook ini menegaskan bahwa komunikasi antar orang akan tetap pribadi. Bagi orang-orang yang menyetujui kebijakan baru tidak akan melihat perbedaan apapun pada pengalaman WhatsApp harian mereka.

(pjs/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK