Teknologi Chip di Otak Bantu Difabel Menulis Pakai Pikiran

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 11:41 WIB
Penelitian terbaru menghasilkan teknologi yang dapat membantu seseorang lumpuh menulis hanya dengan berimajinasi. Ilustrasi otak. (Allan Ajifo/Wikimedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil eksperimen dalam jurnal ilmiah yang diunggah di Nature menjelaskan terdapat teknologi yang dapat membuat seseorang menulis hanya menggunakan pikiran. Teknologi ini bisa membantu orang lumpuh berkomunikasi lebih baik. 

Sebelumnya sudah ada teknologi yang mampu membantu orang lumpuh berbicara berkomunikasi dengan implan otak atau teknik pelacakan mata. Namun penelitian terbaru yang dilakukan Stanford University ini bisa membuat proses itu lebih cepat.

Dilansir dari cnet.com, Kamis (13/5), para peneliti mengembangkan sistem yang mengombinasikan mesin khusus dengan brain-computer interface (BCI) untuk membaca aktivitas otak berupa gerakan menulis kemudian menjadikannya teks di layar.


Engadget.com menjelaskan tim peneliti melibatkan relawan berusia 65 tahun yang kondisi badannya lumpuh dari leher ke bawah sejak 2007 karena cedera tulang belakang. Relawan ini dinamai T5 dalam makalah penelitian.

Peneliti menempatkan dua chip di korteks motorik T5, ini merupakan bagian di otak yang mengontrol pergerakan tubuh. Kemudian peneliti meminta T5 berimajinasi sedang menulis normal menggunakan pulpen dan selembar kertas.

Chip di otak itu kemudian mengirimkan sinyal saraf ke komputer, lalu algoritma yang sudah disiapkan akan menerjemahkannya, kemudian hasil 'menulis dengan pikiran' itu ditampilkan di layar.

Hasil akhir memperlihatkan T5 mencapai kecepatan menulis sekitar 18 kata per menit dengan akurasi 94,1 persen. Sebagai perbandingan, orang dewasa sehat berusia sama dikatakan dapat mengetik sekitar 23 kata per menit di ponsel.

Salah satu penulis studi yang juga peneliti di Howard Hughes Medical Institute di Stanford University, Krishna Shenoy, mengatakan metode ini tampaknya lebih baik dari studi serupa yang mencoba menerjemahkan ucapan.

"Saat ini, penelitian lain dapat mencapai sekitar 50 kata menggunakan mesin metode pembelajaran saat memecahkan sandi ucapan. Dengan menggunakan menulis tangan untuk merekam ratusan individu saraf, kita bisa menulis huruf apapun dan kata apapun yang menyediakan 'kosakata terbuka' yang bisa digunakan di sebagian besar situasi," kata Shenoy dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti berharap sistem seperti ini bisa membuat orang-orang yang bermasalah bisa berkomunikasi dengan efisien tanpa menggunakan tangan. Hal ini dapat membantu orang yang memiliki penyakit cedera tulang belakang dan pada pasien yang pernah menderita stroke.

(can/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK