Ahli Bicara soal Kawah Misterius Tempat Nanggala Tenggelam

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Rabu, 19 May 2021 16:02 WIB
Operasi penyelamatan KRI Nanggala-402 menemukan kawah dengan kedalaman 10-15 meter di dekat lokasi kapal yang tenggelam. Kecelakaan KRI Nanggala 402. (Foto: AP/Indonesian Navy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar Geofisika dan Pengajar Teknik Kelautan Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mahmud Musta'in menduga kawah misterius yang ditemukan berdekatan dengan lokasi karamnya kapal selam KRI Nanggala-402, disebabkan karena aktivitas gunung berapi di sekitarnya.

Operasi penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402 menemukan kawah dengan kedalaman 10-15 meter di dekat lokasi kapal yang tenggelam.

"Mungkin saja ada magma yang nyasar, dia mencari daerah yang lemah. Ketika tidak mampu menembus ke atas dia akan mencari sekitarnya sehingga di situlah akan terjadi tembusan panas dalam bumi," kata Mustain kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).


Menurutnya, secara teori hal itu bisa saja terjadi. Meski menurutnya fenomena itu sangat tak umum. Apalagi kata dia, selama ini belum ada penelitian yang menguatkan temuan kawah di dasar laut utara Bali.

"Mungkin saja terjadi, tapi tidak umum," ucapnya.

Dugaan lainnya, kata Mustain, penurunan muka tanah di dasar laut utara Bali bisa saja terjadi akibat adanya aktivitas pertambangan minyak dan gas bumi di sekitar sana.

"Di wilayah yang bawahnya banyak disedot minyak kemudian terjadi penurunan permukaan, itu bisa amblas. Itu jika disebabkan material oil dan gas [yang disedot]," ujarnya.

Kendati demikian, Mustain mengatakan harus ada penelitian lebih detail untuk menindaklanjuti dugaan temuan kawah di dasar laut tersebut. Temuan Militer China, harus divalidasi terlebih dahulu.

"Detailnya harus disurvei. Ini sebagai validasi dan konfirmasi, untuk akurasi data itu. Kita perlu data batimetri tertentu, kedalamannya seperti apa," ucapnya.

Sementara itu, Pakar Geologi Pusat Studi Bencana ITS, Amien Widodo mengatakan bahwa kemungkinan munculnya kawah di perairan utara Bali sangatlah kecil. Sebab, menurutnya jalur magma antar gunung berapi tak melewati lokasi tersebut.

"Kemungkinan itu kawah sangat kecil, kalau aktivitas gunung berapi sudah muncul di Gunung Agung, atau Gunung Batur, di sebelah utaranya sudah nggak keluar lagi, jalur magmanya tidak ada di situ," kata Amien.

Berdasarkan amatannya, temuan itu merupakan cekungan dasar laut atau palung. Cekungan itu, kata Amien bisa disebabkan oleh derasnya pergerakan massa air di dasar laut utara Bali.

"Itu istilahnya palung atau cekungan, jadi bukan kawah. daerah itu, Bali dan Lombok, itu lewatnya arus Pasifik menuju ke Samudera Hindia, kecepatan arusnya tinggi, karena tinggi maka permukaannya mengalami erosi, mengalami cekungan," ucapnya.

Sebelumnya pasukan militer China yang dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan kapal selam KRI Nanggala-402.

Panglima Komando Armada II (Pangkormada II) Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto memperkirakan bahwa kawah tersebut merupakan lokasi tenggelamnya badan tekan (pressure hull).

"Lokasi badan tekan secara pasti belum bisa digambarkan. Kami hanya memperkirakan saja saat ini, mungkin khususnya ada di kawah tersebut," kata Iwan dalam konferensi pers, Selasa (18/5).

(frd/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER