Komet Rakasasa Langka Mendekat ke Bumi

eks | CNN Indonesia
Rabu, 23 Jun 2021 10:24 WIB
Komet raksasa atau mega-komet tengah bergerak mendekat ke Bumi. Ilustrasi (Dok.Nasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom menemukan komet yang sangat besar atau mega-komet yang memasuki tata surya dan mendekat ke Bumi.

Komet yang sangat besar ini bahkan diperkirakan seukuran dengan planet mini.

Menurut Tony Dunn, salah seorang astronom amatir yang kerap melakukan simulasi planet, komet, dan benda angkasa lain, objek ini akan mendekati awan Oort sekitar 2031. Posisi awan ini tak jauh dari Saturnus.


Namun, para pengamat memperkirakan komet ini tak akan sejelas penampakan komet Halley saat melintas dekat Bumi. Meski kesimpulan ini masih terlalu dini untuk dipastikan.

Sam Deen, astronom amatir dalam tulisan di milis Minor Planet menghitung bahwa UN271 2014 hanya akan terlihat seterang Pluto di langit malam, seperti dilansir New Atlas

Angka 2014 sendiri didapat karena objek ini ditemukan dalam survey yang dilakukan pada 2014 dan 2018. Ukuran komet ini diperkirakan antara 100 hingga 379 kilometer.

Orbit komet ini mengelilingi Matahari dengan lama orbit hampir selama satu tahun cahaya. Diperkirakan komet yang dinamakan 2014 UN271 ini akan menjadi komet terbesar yang pernah diamati. Selain itu, komet ini telah jauh menjelajah di luar tata surya.

Diperkirakan terakhir kali komet ini melintas dekat Bumi sekitar 3 juta tahun lalu. Sehingga diperkirakan komet ini pun tak akan terlihat lagi dalam waktu lama.

Orbit komet UN271 2014 sangat eksentrik, dengan perkiraan 0,99948 seperti disebut oleh salah satu penemunya.

Dalam istilah astronomi, "eksentrisitas" adalah ukuran panjang orbit. Orbit yang bulat sempurna memiliki eksentrisitas nol, sedangkan orbit yang panjangnya hampir tak terhingga dari lebarnya memiliki nilai mendekati satu. Sehingga, dengan angka tersebut bisa dilihat betapa panjang orbit komet ini.

Saat ini, lapisan luar 2014 UN271 disebut mulai menguap. Namun, penyebab penguapan masih dicari, apakah akibat mendekat ke orbit Saturnus atau hal lain. Sebab, jarak komet ini dari Matahari dianggap masih terlalu jauh.

Mengutip IFL Science, astronom Pedro Bernardinelli dan Profesor Gary Bernstein dari Universitas Pennsylvania tengah melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengamati pergerakan komet ini.

(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER