Laut Dalam RI Kaya Logam, Potensi Jadi 'Tambang' Baterai EV

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 10:12 WIB
BPPT memaparkan laut dalam di Indonesia, terutama di bawah 200 meter, menyimpan logam seperti nikel, aluminum, mangan, kobalt, dan lithium. Platform baru mobil listrik Hyundai, Electric-Global Modular Platform (E-GMP). (hyundai.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pusat Pengkajian Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan laut dalam yang dimiliki Indonesia berpotensi menjadi sumber bahan baku pembuatan kendaraan listrik, khususnya komponen baterai.

Menurut Hammam laut dalam di Indonesia, terutama di bawah 200 meter, memiliki banyak kandungan logam.

"Laut dalam juga memiliki kandungan logam, seperti tembaga, nikel, aluminum, mangan, lithium, dan kobalt," kata Hammam dalam webminar 'Eksplorasi Mineral Laut Dalam di Indonesia', Kamis (22/7).


Ia menjelaskan hal ini bisa menjadi potensi menarik buat bangsa mengingat permintaan kendaraan listrik pada masa mendatang bakal meningkat. Logam-logam di laut dalam disebut juga dapat dimanfaatkan membuat berbagai barang lainnya.

"Dan kita tau permintaan terhadap logam ini sangat tinggi karena digunakan oleh berbagai produk, ada mobil listrik, turbin angin, panel surya, hingga tempat penyimpanan energi listrik," ungkapnya.

"Dan Bank Dunia memperkirakan kita akan membutuhkan tiga miliar ton dari logam penting ini untuk menerapkan energy storage, tenaga surya, dan lainnya untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim," sambung dia.

Menurut Hammam tingginya angka perkiraan permintaan logam itu cukup masuk akal, sebab dia mencontohkan untuk produksi satu baterai mobil listrik saja membutuhkan banyak logam.

"Kendaraan listrik misalnya, yang butuh baterai 75 kWh itu akan butuh 56 kg nikel, 12 kg mangan, 7 kg kobalt, dan 85 kg tembaga," ucap Hammam.

Lebih lanjut, Hammam bilang laut dalam dapat menjadi salah satu jawaban kebutuhan mineral masa depan.

"Dan itu sumber mineral dan jawaban di masa mendatang ... terhadap eksplorasi mineral laut dalam," ucapnya.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK