Asteroid Raksasa Ukuran Nyaris 2 Kali Monas Dekati Bumi

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 16:05 WIB
Asteroid seukuran nyaris dua kali tinggi Monumen Nasional (Monas) diprediksi akan melintasi Bumi pada 24 Juli. Ilustrasi asteroid dekati bumi. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asteroid dengan ukuran diameter 220 meter atau nyaris 2 kali tinggi Monumen Nasional (Monas) diprediksi akan melintasi Bumi pada 24 Juli.

Dikutip Live Mint, objek dekat Bumi atau NEO ini memiliki diameter sekitar 220 meter, dan melintas 4,7 juta kilometer dari Bumi. Sebagai bandingan, jarak antar Bumi dan Bulan adalah 384.400 kilometer. Monas sendiri punya tinggi 132 meter, dengan demikian, setidaknya diameter asteroid itu 1,7 kali Monas atau nyaris dua kali tinggi bangunan monumen nasional itu. 

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bahkan memasukkan asteroid itu dalam kategori berbahaya. NASA melaporkan asteroid itu meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi, dan diberi nama '2008Go20'.


Asteroid itu melaju dengan kecepatan lebih dari 8 kilometer per detik, yaitu sekitar 28.800 kilometer per jam.

Kecepatan yang sangat tinggi itu menyebabkan apa pun benda antariksa yang menghalanginya akan mengalami bencana ekstrem. NASA memantau terus objek tersebut, lantaran memiliki orbit yang dekat dengan planet dan disebut sebagai Apollo yang memegang asteroid paling berbahaya.

Sebelumnya pada Juni lalu, sebuah asteroid seukuran Menara Eiffel bernama 2021KT1 dilaporkan mendekati planet Bumi, dan diklasifikasikan sebagai 'berpotensi berbahaya'.

Asteroid 2021KT1 melintas dekat dengan Bumi pada jarak 4,5 juta kilometer. Objek apapun yang berjarak lebih dekat dari 4,6 juta kilometer dianggap sebagai objek berpotensi bahaya.

Joint Propulsion Laboratory (JPL) NASA, mengatakan asteroid adalah pecahan batuan yang tersisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Menurut NASA Joint Propulsion Laboratory (JPL) yang melacak pergerakan asteroid, asteroid diklasifikasikan sebagai objek dekat Bumi ketika jaraknya dari Bumi kurang dari 1,3 kali jarak dari Bumi ke Matahari. Sedangkan jarak Bumi-Matahari adalah sekitar 93 juta mil.

Jalur orbit asteroid terkadang dipengaruhi oleh tarikan gravitasi planet, yang menyebabkan jalurnya berubah.

Dikutip India Today, NASA melacak lebih dari 26.000 asteroid dekat Bumi dan lebih dari 1.000 di antaranya dianggap berpotensi berbahaya.

NASA melacak pergerakan asteroid di sekitar Matahari, untuk menetapkan lokasi dan menghitung jalur elips yang paling sesuai dengan pengamatan objek yang tersedia.

Di samping itu China dilaporkan telah menemukan metode untuk mengubah jalur asteroid. Para peneliti dan Pusat Sains Antariksa Nasional Cina dalam simulasi roket 23 Long March 5 yang menghantam secara bersamaan dapat mengubah jalur dengan jarak 1,4 kali radius Bumi.

Perhitungan itu berdasarkan asteroid bernama Bennu. Asteroid itu memiliki ukuran setinggi Empire State Building di New York dan mengorbit pada Matahari.

(DAL/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK