Penjualan Harley-Davidson Moncer Kala Pandemi, Naik 77 Persen

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 16:06 WIB
Harley-Davidson menorehkan penjualan yang cukup baik di tengah pandemi Covid-19. Penjualan Harley-Davidson naik pada kuartal II 2021. (Foto: istockphoto/bizoo_n)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan sepeda motor besar (moge) Harley-Davidson pada kuartal II 2021 mengalami kenaikan sebesar 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. HD berhasil bertahan di tengah gempuran pandemi Covid-19 yang melanda global.

Keberhasilan perusahaan tak lepas dari strategi 'Rewire' yang selama beberapa bulan terakhir dijalankan. Program strategis ini untuk menyelaraskan rencana penjualan HD di sejumlah negara dilansir situs resmi HD.

Harley-Davidson meraih pendapatan sebesar US$ 1,53 miliar (Rp21 triliun US$1 = Rp14,502), sementara penjualan sepeda motor menyumbang pendapatan US$ 1,33 miliar (Rp19,2 triliun) untuk kuartal II 2021.


CEO Harley-Davidson, Jochen Zeitz mengatakan, sedangkan pendapatan year-to-date (YTD) menunjukkan peningkatan 37 persen, sekitar US$ 2,9 miliar selama periode enam bulan di tahun 2020.

Selama kuartal II 2021, HD berhasil mengirimkan sebanyak 56.700 unit sepeda motor ke seluruh dunia, sedangkan periode sama satu tahun sebelumnya, yaitu 28.400 unit.

Sumbangan penjualan motor terbesar dari kampung halamannya, Amerika Serikat, dengan menorehkan kenaikan 43 persen dan kenaikan year-to-date 38 persen.

Kendati demikian, penjualan global HD secara umum menunjukkan penurunan, misalnya di Amerika Utara mencatat penurunan drastis sebesar 31 persen, di Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA), penjualan pada kuartal II merosot 7 persen, sementara Asia Pasifik mencatat penurunan penjualan 13 persen mengutip Paultan.

(mik/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK