Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio Disebut Hoaks hingga Prank

CNN Indonesia | Senin, 02/08/2021 16:47 WIB
Netizen menyebut sumbangan Rp2 triliun sebagai hoaks dan prank usai polisi menjadikan Heriyanti sebagai tersangka pelecehan negara. Ilustrasi. Netizen menyebut sumbangan Rp2 triliun sebagai hoaks dan prank usai polisi menjadikan Heriyanti sebagai tersangka pelecehan negara.(AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Netizen sebut sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang diserahkan oleh almarhum Akidi Tio sebagai hoaks dan prank (lelucon dengan menipu) setelah anak bungsu pria itu, Heriyanti, ditangkap dan dijadikan tersangka oleh polisi.

Nama Akidi Tio lantas trending di Indonesia usai peristiwa tersebut terjadi. Hingga pukul 15.56 sudah lebih dari 8.700 cuitan yang membahas Akidi Tio di Twitter.

Para netizen menyebut kasus sumbangan Rp2 triliun Akidi Tio mereka yang menyebut bila sumbangan Heriyanti bermasalah, secara otomatis masyarakat Indonesia kena lelucon atau prank berjamaah.


Sebelumnya nama Akidi Tio ramai dibicarakan karena memberikan sumbangan untuk penanganan wabah corona (Covid-19) dengan nilai tidak sedikit, yaitu Rp2 triliun.

Sumbangan triliunan rupiah tersebut baru diberikan secara simbolis melalui anaknya, Heriyanti. Ia mengaku uang tersebut merupakan tabungan dari sang ayah yang sudah meninggal lebih dahulu pada 2009.

Namun, setelah hampir sepekan berlalu uang tak kunjung diserahkan. Polda Sumatera Selatan lantas menetapkan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti sebagai tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun.

Heriyanti ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap menyiarkan kabar tidak pasti mengenai pemberian bantuan sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Heriyanti lantas dijemput aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel dan tiba di kantor Polda sekitar pukul 13.14. Selang beberapa menit, dokter pribadi keluarga Akidi, Hardi Darmawan pun tiba dan langsung memasuki gedung.

Netizen pun menanggapi berita pemberian sumbangan yang tak kunjung diterima itu sebagai prank berjamaah yang dilakukan keluarga Akidi Tio.

"Sumbangan keluarga Akidi Tio sudah diserahkan hari ini tapi sayang hanya beda nama di Bank Sentralnya aja. Maafkan kami yang sudah kena Prank Berjamaah," tulis akun bernama Rudi dalam akunnya dikutip Senin (2/8).

Akun @AwhiRSaputra juga menyebut banyak yang kena prank sumbangan Rp2 T lantaran ternyata hoaks.

"Banyak yg kena Prank. 2T hoax," cuitnya.

Sedangkan akun lain menanggapi pemberitaan ini dengan lelucon melalui cuitannya.

"Lawak banget," cuit @missbthepiggy.

Netizen juga mempertanyakan motif pelaku pemberian uang sumbangan Rp2 T yang tak kunjung diberikan itu.

"Anaknya Akidi Tio itu motifnya apa ya hoax 2 T begitu," tulis akun @2020Excels.

Sementara netizen lain mencurigai kalau kasus ini menjadi pengalihan isu lantaran keanehan kasus ini.

"Kasus 2T anak Akidi Tio ini untuk pengalihan isu apa ya? Gak mungkin kalo dia waras, ngeprank kayak gitu, cari masalah namanya," cuit @Beckhiyam.

Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro mengatakan, saat ini penyidik tengah menggali motif yang mendasari Heriyanti melakukan hal tersebut. Tim yang dibentuk Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri sudah melakukan penelusuran sejak hari saat Heriyanti dan dokter pribadi keluarga Hardi Darmawan secara simbolis memberikan bantuan tersebut.

Nama Akidi Tio menjadi perbincangan usai kabar keluarga Akidi berencana memberikan sumbangan senilai Rp2 triliun pada Senin (26/7).

Bantuan tersebut bahkan, secara simbolis disampaikan oleh Direktur Utama RS RK Charitas Palembang Hardi Darmawan kepada Polda Sumsel, Senin (26/7).

Ketika itu, Hardi menjelaskan, dirinya merupakan dokter pribadi keluarga besar mendiang Akidi Tio selama 48 tahun.

Akidi, diungkapkan Hardi, merupakan seorang pengusaha asal Langsa, Aceh, yang pernah tinggal lama di Palembang. Satu dari tujuh anaknya menetap di Palembang, sementara sisanya berada di Jakarta.

(ryh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK