BSSN: Indeks Keamanan Siber RI Peringkat 24 dari 194 Negara

ayp, CNN Indonesia | Selasa, 07/09/2021 16:50 WIB
Peringkat Global Cyber Security Index Indonesia pada 2020 berada pada posisi ke-24 dari 194 negara. Publikasi International Telecommunication Union (ITU) pada 2021 menyebutkan Global Cyber Security Index Indonesia pada 2020 berada pada peringkat ke-24 dari 194 negara. (Tangkapan layar web bssn.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berdasarkan publikasi International Telecommunication Union (ITU) pada 2021 menyebutkan Global Cyber Security Index Indonesia pada 2020 berada pada peringkat ke-24 dari 194 negara, dan mengalami peningkatan dari peringkat ke-41 di tahun 2018.

Pada tingkat regional, Indonesia menempati peringkat ke-6 di Asia Pasifik, dan peringkat ke-3 di ASEAN setelah Singapura dan Malaysia, berdasarkan keterangan pers Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

Global Cybersecurity Index (GCI) adalah referensi terpercaya yang mengukur komitmen negara-negara anggota terhadap keamanan siber (cybersecurity) tingkat global.


Tingkat perkembangan keamanan siber di setiap negara dianalisis berdasarkan 5 (lima) pilar, yaitu Legal Measures, Technical Measures, Organizational Measures, Capacity Development Measures dan Cooperation Measures.

Sebuah nilai yang didapatkan oleh suatu negara berdasarkan lima pilar parameter tersebut dengan dua puluh indikator yang berisikan
delapan puluh dua pertanyaan.

Penilaian parameter Legal Measures dilihat dari perangkat aturan dan institusi yang mengatur tentang keamanan siber, Technical Measures terkait dengan penilaian terhadap lembaga teknis yang menangani keamanan siber.

Organizational Measures merupakan peninjauan organisasi dalam kebijakan dan strategi terkait pengembangan keamanan siber, penilaian Capacity Development Measures didasarkan pada penelitian dan pengembangan, program pendidikan dan pelatihan, serta peningkatan kapasitas lembaga sertifikasi sektor profesi dan publik.

Adapun parameter Cooperation Measures ditinjau dari capaian kerja sama dan partisipasi dalam hal keamanan siber di kancah internasional.

Dalam RPJMN Tahun 2020-2024, GCI merupakan salah satu indikator Prioritas Penguatan Ketahanan dan Keamanan Siber yang ditandai dengan target peningkatan skor GCI yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali.

Skor Indonesia yang dicapai pada GCI tahun 2020 adalah 94.88 atau naik sebesar 17.28 poin dari skor pada tahun 2018. Hal ini memenuhi target RPJMN 2020-2024 yang menetapkan bahwa target penilaian GCI Indonesia tahun 2020 yaitu sebesar 79.20.

Berdasarkan catatan itu, hal-hal yang perlu ditingkatkan diantaranya adalah:

1. Pengesahan dan penerapan Strategi Keamanan Siber Nasional yang melingkupi pengamanan.

2. Infrastruktur informasi vital nasional dan pemenuhan cybersecurity resilience.

3. Peraturan dan kebijakan mengenai pencurian identitas dan data secara online.

4. Peraturan dan kebijakan mengenai pelecehan (harrassment and abuse) disamping yang sudah ada mengenai
kekerasan dan pencemaran nama baik.

5. Peningkatan dukungan pemerintah pada program pendidikan keamanan siber pada kurikulum sekolah dasar, sekolah menengah, dan pendidikan tinggi.

6. Serta pemenuhan sertifikasi untuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) nasional dan CSIRT sektoral yang diakui secara internasional.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, pada forum apel Bersama pegawai BSSN yang dilakukan secara daring mengatakan, "Di tahun ini kita berada di peringkat ke-24 pada Global Cybersecurity Index dari 194 negara di seluruh dunia dengan skor 94,88. Ini juga tentu tidak datang begitu saja."

"Ini juga kerja keras semuanya, sehingga kita bisa meningkat sangat tajam. Ini adalah prestasi yang sangat bagus karena kita banyak melakukan pembenahan. Kita juga melaksanakan kinerja yang lebih bagus. Kita menyusun berbagai peraturan perundang-undangan. Saya yakin, ke depan ini masih bisa kita tingkatkan lagi," ucap Hinsa.

Kepala BSSN juga menegaskan bahwa peningkatan peringkat GCI Indonesia ini merupakan keberhasilan kinerja seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, pelaku usaha (industri), akademisi maupun komunitas atau masyarakat untuk bersama-sama membangun konsolidasi dan koordinasi di bidang keamanan siber sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing demi terwujudnya ekosistem ruang siber di Indonesia yang aman, nyaman, dan terus berkembang.

(ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK