Saran Ahli Soal Cara Akses PeduliLindungi Tanpa HP

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 18:23 WIB
Ahli memberikan sejumlah saran agar Pedulilindungi bisa diakses tanpa HP seperti yang sedang diwacanakan oleh Kemenkes. Ilustrasi. Ahli memberikan sejumlah saran agar Pedulilindungi bisa diakses tanpa HP seperti yang sedang diwacanakan oleh Kemenkes. (dok. CNNIndonesia.com/ Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli menyebut bahwa sebenarnya Internet Governance Forum Indonesia (IGF) sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengatasi permasalahan agar masyarakat bisa mengakses aplikasi dan situs PeduliLindungi tanpa menggunakan ponsel.

Hal tersebut disampaikan oleh Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi terkait rencana pemerintah untuk mencari cara baru agar seluruh warga Indonesia yang tak menggunakan ponsel bisa mengakses aplikasi dan situs Pedulilindungi.

Menurut Ismail, rekomendasi tersebut sudah disampaikan kepada PT Telkom, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).


"Soal pertanggungjawaban negara pada warga yang tidak bisa mengunduh app PL (Peduli Lindungi), misal karena tidak punya HP, forum ID-IGF sudah memberi rekomendasi solusi yang sudah dikirim ke Telkom, @kemkominfo, @KemenkesRI. Semoga didengar dan ditindaklanjuti," tulis Ismail melalui akun twitter pribadinya, @ismailfahmi, Senin (13/9).



Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah memikirkan cara baru agar seluruh masyarakat bisa mengakses aplikasi dan situs Pedulilindungi tanpa menggunakan gawai, salah satunya telepon seluler.

Budi mengatakan tidak semua masyarakat Indonesia memiliki gawai. Mereka yang tidak memiliki jadi sulit untuk mendatangi tempat tertentu, karena kini ada syarat menunjukkan bukti sertifikat vaksin dalam aplikasi Pedulilindungi.

Dalam cuitannya tersebut, Ismail melampirkan hasil tangkapan layar yang berisi saran yang dimaksud. Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki gawai sehingga menimbulkan diskriminasi pada hak masyarakat untuk mendapatkan layanan publik.

Berdasarkan data dari IGF Indonesia, penetrasi smartphone di Indonesia baru mencapai 58 persen populasi. Sehingga, terdapat 42 persen masyarakat yang tidak bisa mengunduh Peduli Lindungi meski sudah vaksin.

Solusi Pedulilindungi bagi warga tak punya HP

Untuk mengatasi hal tersebut, IGF Indonesia memberikan sejumlah rekomendasi diantaranya membalik proses penerapan Peduli Lindungi sehingga lebih memudahkan masyarakat yang tidak memiliki smartphone untuk tetap beraktivitas.

"Jadi di setiap tempat publik disediakan terminal check-in manual dengan input Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui layar dashboard terhubung ke front-end Peduli Lindungi melalui API," tulis IGF Indonesia pada dokumen yang dilampirkan Ismail.

IGF Indonesia juga memberikan alternatif input lainnya dengan RFID reader untuk tap chip KTP Elektronik atau dengan scan QR Code kartu vaksin.

Dengan cara tersebut, menurut IGF Indonesia, masyarakat umum hanya perlu membawa kartu vaksin atau e-KTP untuk dipindai oleh petugas di area publik.

Ketua DPR Puan Maharani juga sempat menyatakan syarat mendatangi tempat tertentu dengan menunjukkan sertifikat vaksin lewat handphone tergolong diskriminatif, karena tak semua orang memilikinya.

Puan menyebut ada 109,97 juta orang Indonesia yang tak memiliki telepon seluler, sehingga sulit untuk berkegiatan di tempat tertentu yang menerapkan syarat sertifikat vaksin di aplikasi PeduliLindungi.

"Seratus juta lebih penduduk Indonesia yang tidak memiliki smartphone ini tidak boleh berkurang atau hilang haknya di saat pandemi, hanya karena belum memiliki alat pengunduh aplikasi digital tersebut," kata dia.

(mrh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK