TIPS OTOMOTIF

5 Ciri Minyak Rem Mobil Basi dan Harus Diganti

CNN Indonesia
Kamis, 16 Sep 2021 08:50 WIB
Minyak rem memiliki sifat kedaluwarsa. Pabrikan menganjurkan penggantian minyak rem setiap 30 ribu dan maksimal 40 ribu km. Cairan rem perlu diganti secara rutim untuk meningkatkan keselamatan berkendara. (Foto: Istockphoto/12875116)
Jakarta, CNN Indonesia --

Cairan atau biasa disebut minyak rem memiliki sifat kedaluwarsa. Jika tidak diganti secara rutin akan mempengaruhi kerja sistem rem.

Untuk masa penggantian minyak rem memang tidak secepat pelumas mesin. Pabrikan menganjurkan penggantian minyak rem setiap 30 ribu dan maksimal 40 ribu km atau dua dua tahun sekali dikutip dari berbagai sumber.

Ada beberapa alasan minyak pada rem perlu diganti. Namun penggantian minyak rem bisa diterapkan usai pemilik mobil memastikan tidak ada komponen keras pada sistem rem rusak seperti master rem, selang rem, piston, dan tidak ada kotoran di dalam sistem rem.


Berikut rangkumannya ciri-ciri minyak rem harus diganti:

1. Lampu indikator rem menyala

Lampu indikator rem menyala pada panel instrumen sebagai pertanda pemilik harus segera mengganti minyak rem. Bila pemilik mobil menemukan lampu indikator menyala segera ke bengkel terpercaya untuk pengecekan rem minyak mobil. Lampu indikator rem akan menyala umumnya ketika mobil mulai dikemudikan.

2. Rem mobil ngempos saat awal digunakan

Rem ngempos sebagai ciri lain minyak rem harus diganti. Kondisi itu menandakan cairan yang basi menyebabkan saluran hidrolik menjadi mengembang sehingga sistem rem tidak optimal.

Secara mekanikal saat rem mulai diinjak hanya akan mengisi udara di saluran hidroliknya, namun rem tidak dapat berfungsi secara maksimal saat digunakan.

3. Terjadi rem blong

Ciri lain minyak rem basi akan terjadi rem blong. Biasanya rem akan sulit dioperasikan mobil berada di jalan menurun. Kenapa?

Minyak rem pada sistem rem hidrolik yang habis maka tenaga dari pedal rem yang menekan master silinder tidak akan diteruskan ke kaliper yang ada di roda-roda mobil. Alhasil kanvas rem tidak bisa memperlambat piringan cakram, mobil pun terus meluncur ke bawah.

4. Tetesan minyak di bawah mobil

Hati-hati bila ada tetesan cairan atau minyak di bawah mobil. Identifikasi apakah cairan memiliki tekstur yang pekat dan lengket. Bila sudah yakin yang menetes adalah minyak rem segera lakukan penggantian ke bengkel.

5. Waktu tepat ganti minyak rem

Sejumlah pabrikan merekomendasi jarak tempuh untuk mengganti minyak rem yaitu maksimal 40 ribu km, atau sekitar dua tahun sekali. Penggantian minyak rem secara rutin akan menjaga meningkatkan pengalaman dan keselamatan berkendara.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER