Ahli Sebut Penduduk Juga Kerap Abai Soal Keamanan Data

CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 20:03 WIB
Penduduk Indonesia saat ini dinilai masih mengabaikan persoalan keamanan data pribadi. Ilustrasi pencurian data. (Istockphoto/ iLexx)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Divisi Keamanan Online SAFEnet, Banimal, mengatakan sampai saat ini penduduk Indonesia masih mengabaikan persoalan keamanan data pribadi.

Menurut dia jika data itu bocor dan sudah berada di tangan orang lain maka sulit dipulihkan.

"Ketika kita memberikan gadget dan aplikasi kepada keluarga kita, kita enggak ngasih pendidikan tentang itu, nunggu ada kasus dulu baru teriak-teriak, masalahnya kalau data sudah bocor enggak ada obatnya, enggak ada pemadam kebakarannya," kata Banimal dalam diskusi publik bertajuk Keamanan Data Surveilans Digital untuk Kesehatan Masyarakat, pada Rabu (15/9).


Banimal mengatakan banyak penduduk beranggapan data hanya sekedar dokumen dan informasi yang ada di ponsel mereka. Jika data itu tersebar ke publik mereka beranggapan privasi mereka dilanggar.

Menurut Banimal persepsi seperti itu tidak sepenuhnya keliru. Namun, orang awam cenderung melupakan hal-hal mendasar terkait data pribadi.

"Data itu punya power dan punya nilai, dan bisa jadi senjata, banyak orang cenderung abai. Contohnya ketika Zoom dimulai dan Anda mencantumkan nama lengkap tanpa instruksi sebelumnya, Anda sudah memberikan data. Atau (sebuah sesi Zoom) langsung di-stream tanpa consent peserta, itu juga memberikan data," ucap Banimal.

Data pribadi adalah berbagai informasi, data dan metadata dalam berbagai format yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang.

Banimal mengatakan penduduk menganggap Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor paspor, rekening bank, dan nomor-nomor lain sebagai data. Padahal , lanjut dia, nama lengkap atau nama kecil hingga nama ibu juga merupakan data.

Melalui informasi nama itu, kegiatan membentuk profil (profiling) kepada individu tertentu dapat dilakukan.

Banimal mengatakan kurangnya perhatian orang-orang pada informasi kecil seperti itu juga terjadi pada perilaku mereka dalam menggunakan gawai. Pengguna acapkali tidak memperhatikan pemberian izin saat mengunduh aplikasi.

Pemberian izin akses perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan data di ponsel kita. Banimal menambahkan kewaspadaan pada pemberian data perlu dijadikan kebiasaan.

Banimal mengatakan SAFEnet sempat berkoordinasi dengan sebuah lembaga yang cukup andal di bidang keamanan siber untuk berdiskusi mengenai kasus kebocoran data sertifikat vaksin Presiden Joko Widodo yang seharusnya tersimpan pada aplikasi PeduliLindungi. Namun, hasil akhir diskusi tidak menemukan solusi terkait kasus tersebut.

(lnn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK