Tersangka KPK Azis Syamsuddin Kolektor Moge dan Mobil Mewah

CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 16:15 WIB
Total harta Azis Syamsuddin sebanyak Rp100,3 miliar, Rp3,5 miliar di antaranya merupakan kendaraan seperti moge dan mobil mewah Toyota. Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memakai rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021). KPK resmi menahan Azis Syamsuddin sebagai tersangka setelah dijemput paksa oleh tim penyidik atas kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Detikcom/Pradita Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tersangka kasus suap dana alokasi khusus (DAK) Provinsi Lampung Tengah, Azis Syamsuddin, memiliki harta mencapai Rp100,3 miliar. Sebagian hartanya, senilai Rp3,5 miliar dialokasikan Azis dalam bentuk kendaraan mulai dari motor Honda Beat belasan juta rupiah sampai mobil Toyota Land Cruiser seharga ratusan juta.

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan tanggal penyampaian 22 April 2021 periodik 2020, Beat koleksi Azis merupakan rakitan 2018 hasil sendiri dengan taksiran nilai Rp14 juta.

Selain Beat, Azis juga tertulis mengoleksi Harley Davidson produksi 2003 hasil sendiri dengan taksiran nilai Rp170 juta. Tidak dijelaskan detail model Harley-Davidson ini.


Kendaraan lain yang dimilikinya yakni empat mobil yang semuanya merek Toyota. Mobil yang nilainya paling mahal adalah SUV gede Land Cruiser senilai Rp1,59 miliar dan Land Cruiser 2008 senilai Rp700 juta.

Kemudian ada juga Kijang Innova 2016 Rp248 juta dan Alphard 2018 senilai Rp780 juta.

Harta lain Azis juga banyak diinvestasikan dalam bentuk rumah dengan total Rp89 miliar, harta bergerak lain Rp274,75 juta, dan kas setara kas berjumlah Rp7,052 miliar.

KPK menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus suap DAK Provinsi Lampung Tengah tahun 2017. Ia pernah dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akibat kasus yang sama.

Kasus mencuat ke publik usai media massa lokal Lampung mengutip pengakuan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa di luar sidang. Mustafa menyebut penerimaan fee 8 persen terkait DAK oleh Aziz yang saat itu menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Azis juga terseret dalam dua kasus dugaan korupsi lainnya. KPK masih menangani keterlibatan Azis dalam dugaan korupsi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK