YouTube Rewind Disetop Usai 10 Tahun Beroperasi

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Sabtu, 09 Oct 2021 01:20 WIB
Youtube Rewind untuk menampilkan video hits selama satu tahun ke belakang akhirnya dihentikan usai 10 tahun beroperasi. Youtube Rewind untuk menampilkan video hits selama satu tahun ke belakang dihentikan. (Foto: Courtesy of YouTube Rewind)
Jakarta, CNN Indonesia --

Youtube Rewind merupakan tradisi rekap video tahunan dari para pembuat konten dihentikan permanen setelah sempat tertunda pada 2020 karena pandemi Covid-19. Penghentian fitur ini karena dinilai tidak mewakili semua kreator.

Melalui akun twitternya @YouTubeCreators, raksasa video milik Google ini menyebut YouTube Rewind yang telah ada sejak 2011 merupakan bentuk untuk merayakan beberapa hal menakjubkan yang dibuat oleh komunitas YouTube di platformnya.

"Selama bertahun-tahun, kami telah melihat bahwa satu Rewind yang dibuat oleh YouTube tidak mungkin mencerminkan seluruh komunitas kreator kami," tulis mereka.


YouTube Rewind sendiri menjadi salah satu agenda setiap akhir tahun. Fitur ini menjadi media paling dinanti bagi para kreator untuk menampilkan video hits selama satu tahun ke belakang.

Selain itu, YouTube Rewind 2018 tidak luput dari hujatan. Hingga hari ini, video tersebut tetap menjadi video yang paling tidak disukai yang pernah diposting di platform tersebut.

Para pembuat konten menilai bahwa YouTube Rewind 2018 mengabaikan komunitas platform video dengan menampilkan selebriti arus utama alih-alih YouTuber lokal.

Meski belum ada keterangan lebih jelas terkait pengganti YouTube Rewind, sebagai gantinya YouTube merencanakan sesuatu yang berbeda untuk tetap menghibur penggunanya. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada para pembuat konten yang pernah terlibat dalam penggarapan YouTube Rewind.

"Kami akan fokus untuk Rewind Anda saat kami memfokuskan kembali energi kami untuk merayakan Anda dan tren yang menjadikan YouTube dengan jenis pengalaman yang berbeda dan diperbarui," tulis mereka.

Auto Caption

Selain itu, kini YouTube mengumumkan bahwa pembuat konten dapat mengaktifkan auto caption untuk streaming langsung agar lebih mudah diakses. Fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk saluran dengan setidaknya seribu subscribers.

Dilansir dari Cnet, auto caption saat ini hanya tersedia untuk streaming langsung dalam bahasa Inggris, tetapi perusahaan mengatakan berencana untuk memperluas fitur dalam beberapa bulan mendatang ke 13 bahasa lainnya.

Tidak hanya itu, YouTube juga mengatakan akan meluncurkan terjemahan otomatis untuk teks dalam bahasa yang didukung di Android dan iOS akhir tahun ini. Perusahaan juga berencana untuk mulai menguji kemampuan untuk mencari transkrip teks di ponsel untuk membantu pengguna menemukan kata kunci tertentu.

YouTube juga menguji kemampuan untuk menambahkan beberapa track audio dalam sebuah video, yang dapat membantu menawarkan audio multi-bahasa untuk pengguna internasional, selain audio deskriptif untuk orang-orang tunanetra atau rabun.

(mrh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER