Cerita Fosil Remaja RI 70 Abad yang Bisa Ubah Sejarah Purba

eks, CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 10:30 WIB
Peneliti memaparkan cerita penemuan fosil remaja wanita Indonesia, Besse, berusia 70 abad yang bisa mengubah sejarah manusia purba. Foto: REUTERS/STRINGER
Jakarta, CNN Indonesia --

Cerita mengenai penemuan Bessefosil wanita remaja Indonesia berusia 17 atau 18 tahun yang terkubur sejak 7.000 tahun atau 70 abad lalu.

Besse sendiri merupakan pencampuran antara manusia purba Indonesia dan dari Siberia. Para peneliti menamai temuan itu Besse karena merupakan istilah bayi perempuan yang baru lahir dalam bahasa Bugis. Besse menjadi salah satu dari spesimen yang terpelihara dengan baik yang ditemukan di daerah tropis.

Para peneliti menemukan fosil Basse dan penelitiannya telah diungkap dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada Agustus lalu. Temuan itu menawarkan pengetahuan tentang asal usul orang Papua dan penduduk asli Australia yang memiliki DNA Denisovan.


Denisovans merupakan sekelompok manusia purba yang dinamai dari sebuah gua di Siberia, tempat jenazah mereka pertama kali diidentifikasi pada 2010. Beberapa ilmuwan hanya memahami sedikit tentang mereka, bahkan detail tampilan tak diketahui secara luas.

Dalam jurnal tersebut diungkap bahwa individu ditemukan dalam posisi tertekuk di lapisan tanah Toalean, pada kedalaman sekitar 190 sentimeter. Berdasarkan analisis karakter morfologi menunjukkan penjelajah itu berjenis kelamin wanita berusia 17 hingga 18 tahun.

Sampai saat ini para ilmuwan memprediksi orang Asia Utara baru tiba di Asia Tenggara sekitar 3.500 tahun lalu. DNA dari Besse merupakan salah satu dari sedikit spesimen yang terpelihara dengan baik yang ditemukan di daerah tropis.

Besse ubah sejarah

Temuan Asam deoksiribonukleat (DNA) Denisovan pada fosil Besse inilah yang diduga bisa mengubah teori tentang sejarah pola migrasi manusia purba.

"Teori tentang migrasi akan berubah, teori tentang ras juga akan berubah. Jenazah Besse memberikan tanda pertama Denisovans di antara Austronesia, yang merupakan kelompok etnis tertua di Indonesia," kata dosen Universitas Hasanuddin, Iwan Sumantri, yang juga terlibat dalam penelitian tersebut.

Menurut para ilmuwan, hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun dia adalah keturunan dari orang-orang Austronesia yang umum di Asia Tenggara dan Oseania, ia juga memiliki jejak genetik Denisovan.

"Analisis genetik menunjukkan, penjelajah pra-Neolitikum ini berbagi penyimpangan genetik dan kesamaan morfologi paling banyak dengan kelompok Papua dan Pribumi Australia saat ini," ucap para ilmuwan.

Penemuan ini juga dapat menawarkan wawasan tentang asal usul orang papua dan penduduk asli Australia yang memiliki DNA Denisovan. Dengan begitu teori tentang migrasi dan ras manusia akan berubah. Fosil itu memberikan tanda pertama Denisovan di antara Austronesia yang merupakan kelompok etnis tertua di Indonesia.



Mirip DNA Papua dan pribumi Australia

Para peneliti mengekstrak DNA dari bubuk tulang petrous seorang pemburu wanita muda yang terkubur di gua batu kapur Leang Panninge di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan analisis genetik menunjukkan bahwa penjelajah pra-Neolitikum itu dikaitkan dengan berbagai penyimpangan genetik dan kesamaanmorfologis yang terdapat kesamaan dengan kelompok Papua dan pribumi Australia. 

Besse juga merupakan kerangka manusia pertama dari suku Toalean yang hidup di Sulawesi Selatan antara 1.500 dan 8.000 tahun yang lalu

Hal itu menunjukkan Besse merupakan keturunan dari orang Austronesia, yang umumnya tinggal di wilayah Asia Tenggara dan Oseania.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK