Udara Tahun 1765 Terperangkap di Antartika Dipamerkan

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 20:14 WIB
Kapsul diklaim berisi udara Antarktika dari tahun 1765 menjadi pusat perhatian di konferensi iklim Cop26 di Glasgow, Skotlandia. Antarktika menyimpan banyak misteri yang belum terungkap seluruhnya oleh manusia. (Foto: iStockphoto/Ray Hems)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua buah karya seni berupa bongkahan es yang membungkus udara Antarktika dari tahun 1765 menjadi pusat perhatian di konferensi iklim Cop26 di Glasgow, Skotlandia. Temuan ini mengungkap sejarah tersembunyi yang terkandung dalam lapisan es kutub.

Karya tersebut dibuat seniman Wayne Binitie yang telah menghabiskan lima tahun untuk menganalisis dan melestarikan silinder es dari dalam lapisan es yang merekam perubahan iklim di masa lalu. Ia dibantu para ilmuwan dari British Antarctic Survey (BAS).

Dua karya seni ini menyajikan inti es yang berisi gelembung-gelembung kecil udara yang terperangkap saat salju turun dan dipadatkan dengan metode khusus. Binitie menyebutnya 'ICE CORE'.


Ahli glasiologi Dr Robert Mulvaney, yang bertanggung jawab untuk menambang es untuk BAS mengatakan bahwa sangat mungkin untuk mencari udara-udara yang terperangkap ratusan tahun lalu di sana.

"Salju turun di Antarktika dari tahun ke tahun, tetapi tidak ada pencairan yang terjadi. Jadi salju menumpuk dan memampatkan semua tahun salju di bawahnya. Saat menelusuri, kami mengemudi semakin jauh ke masa lalu," kata Mulvaney seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (10/10).

Dilansir dari Wio News, Mulvaney menjelaskan pameran gelembung udara dari masa lalu ini sangat unik.

Sementara itu, Graham Dodd dari spesialis teknik global Arup, menyebut bahwa pameran ini membuktikan teknologi manusia berhasil dalam mengekstrak es Antarktika.

"Memperlihatkan inti es tanpa meleleh sepenuhnya adalah prestasi yang membutuhkan perhitungan tepat dan pemikiran kreatif untuk membangun tingkat insulasi yang tepat sambil tetap memungkinkan pengunjung untuk mendekati es," ujarnya.

(mrh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK