Cerita 'Kapten Kirk' 90 Tahun Terbang ke Luar Angkasa

CNN Indonesia | Jumat, 15/10/2021 04:36 WIB
William Shatner, pemeran Kapten Kirk di 'Star Trek' yang kini berusia 90 tahun menjadi orang tertua yang terbang ke luar angkasa. William Shatner, pemeran Kapten Kirk di 'Star Trek' yang kini berusia 90 tahun menjadi orang tertua yang terbang ke luar angkasa. (REUTERS/BLUE ORIGIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

William Shatner, pemeran Kapten Kirk di 'Star Trek' berusia 90 tahun, menjadi orang tertua yang terbang ke luar angkasa. Ia pergi ke antariksa dengan pesawat ruang angkasa suborbital besutan Blue Origin dan berhasil mendarat kembali ke Bumi.

"Itu tidak seperti apa pun yang mereka gambarkan," kata Shatner mengutip CNN, Kamis (14/10). 

Shatner terbang menggunakan pesawat ruang angkasa New Shepard. Pesawat ini dikembangkan oleh perusahaan roket Jeff Bezos, Blue Origin. Pesawat ini juga yang sebelumnya telah membawa Bezos keluar angkasa belum lama ini.


Pada penerbangannya itu Shatner turut ditemani sejumlah eksekutif seperti Chris Boshuizen yang merupakan salah satu pendiri perusahaan satelit Planet Labs, dan eksekutif perangkat lunak Glen de Vries. Ada juga Audrey Powers, wakil presiden operasi misi dan penerbangan Blue Origin.

"Apa yang telah Anda berikan kepada saya adalah pengalaman yang paling mendalam, saya sangat dipenuhi dengan emosi, sungguh luar biasa," kata Shatner kepada Bezos.

Penerbangan New Shepard ini hanya berlangsung sepuluh menit dari lepas landas hingga mendarat. Namun penumpang tetap akan merasakan sensasi tanpa gravitasi selama tiga menit.



Perjalanan ini disebut akan membawa Anda ke fase tak biasa. Sesaat pesawat lepas landas, biasanya penumpang akan merasa tekanan hingga lima kali berat badan mereka di bagian dada imbas kecepatan pesawat hingga 2.000 mil per jam tersebut.

Setelah turun, segumpal parasut kemudian menyebar di atas kapsul untuk memperlambat penurunannya.

Rekor baru Shanter sebagai orang tertua yang terbang ke luar angkasa melampaui rekor yang dibuat Wally Funk, 82 tahun. Funk merupakan mantan peserta pelatihan astronot.

Tetapi penerbangan Shatner muncul di tengah gelombang berita utama yang melukiskan gambaran gejolak internal di Blue Origin. Sebanyak 21 karyawan dan mantan karyawan telah menandatangani petisi yang menyatakan Blue Origin memiliki lingkungan tempat kerja 'tidak manusiawi' dan penuh dengan seksisme.

Diklaim juga perusahaan telah menciptakan lingkungan tidak aman dan banyak penulis esai mengatakan bahwa mereka tidak akan terbang dengan kendaraan Blue Origin.

(ryh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK