Hitung Biaya Konversi Motor Biasa Menjadi Motor Listrik

CNN Indonesia
Sabtu, 23 Oct 2021 05:41 WIB
Program konversi motor konvensional menjadi motor listrik digerakkan oleh Kementerian Perhubungan. Ilustrasi motor listrik. (Dok. Vrent).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah membuat program khusus untuk meningkatkan populasi motor listrik di Indonesia menggunakan sistem konversi. Program ini telah berjalan dengan menggandeng sejumlah bengkel umum dan balai teknis di bawah naungan pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi mengatakan saat ini sudah ada dua kota yang memiliki bengkel konversi dengan standar menyesuaikan ketentuan Kemenhub.

Pertama yaitu bengkel milik Braja Electric Motor di Surabaya dan Litbang ESDM di Bogor, Jawa Barat. Belakangan bengkel modofikasi asal Jakarta juga mengklaim telah memperoleh izin untuk melakukan konversi.


Sebagai informasi, konversi ini merupakan proses mengubah sistem gerak pada motor konvensional menjadi bertenaga listrik. Pihak yang bisa melakukan konversi hanya yang mendapatkan persetujuan dari Kemenhub.

"Jadi siapapun boleh menjadi bengkel konversi asalkan memenuhi syarat," kata Budi saat dihubungi, Jumat (22/10).

Ia menjelaskan syarat untuk menjadi bengkel konversi tidak rumit. Bengkel hanya diwajibkan memiliki teknisi kompeten hingga peralatan memadai dalam bidang tersebut.

Harga per unit

Budi melanjutkan pihaknya tidak membuat aturan khusus mengenai acuan harga setiap konversi. Ia menyerahkan hal tersebut kepada bengkel yang sudah mendapatkan izin melakukan konversi.

Namun, menurut Budi, satu unit motor akan menghabiskan biaya paling sedikit Rp10 juta, ini sebagian besar digunakan untuk pembelian baterai.

"Jadi paling mahal yang komponen baterainya," kata dia.

Budi berharap biaya konversi akan lebih terjangkau pada masa mendatang sehingga peminat akan lebih banyak.

"Harapan kami bisa di bawah itu. Jadi makin banyak masyarakat yang tertarik," ucap dia.

Uji Tipe

Budi melanjutkan setelah motor rampung dikonversi, bukan berarti urusan sudah selesai. Setelahnya motor listrik itu harus menjalani uji tipe.

Budi mengatakan pemerintah kini sedang ingin mempermudah masyarakat usai konversi sehingga uji tipe tidak perlu dilakukan di satu tempat yakni di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi, Jawa Barat.

Selain itu pihaknya ingin merumuskan tarif bakal uji tipe. Sebab, jika menggunakan tarif normal akan dikenakan biaya Rp4 juta per unit sepeda motor listrik.

"Kalau tidak diturunin bisa Rp14 juta [total biaya konversi dan uji tipe]. Nah makanya ini sedang ingin diturunkan," kata dia.

Sejauh ini Budi belum mengetahui sudah berapa unit motor yang telah dikonversi. Namun menurut dia hingga akhir tahun ada 100 unit motor konversi melalui balai milik ESDM.

"Tapi itu dari motor operasional mereka [ESDM]," kata Budi.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER