BRIN Gandeng Swasta Segera Bangun Bandar Antariksa di Biak

CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 14:48 WIB
Bandar Antariksa di Desa Saukobye, Biak Utara masih menunggu kesiapan lahan dan investor menjadi dua syarat pembangunan dapat dimulai. Ilustrasi Bandara Antariksa di Biak. (Foto: LAPAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko meninjau calon lokasi Bandar Antariksa di Desa Saukobye, Biak Utara, Papua (21/10). Ia mengungkapkan kesiapan lahan dan investor menjadi dua syarat pembangunan dapat dimulai.

Menurut Handoko, Bandar Antariksa itu dibangun berkolaborasi dengan konsorsium swasta.

"Jika kedua syarat tersebut sudah jelas, BRIN akan memulai pembangunan. Kami akan bermitra dengan konsorsium swasta. Bandara ini nantinya bukan sekedar fasilitas negara untuk riset tetapi juga untuk bisnis peluncuran satelit," ucap Handoko dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (22/10).


Menurut Handoko, urgensi pembangunan Bandar Antariksa di Indonesia tidak terlepas dari kebutuhan terkait pengembangan teknologi keantariksaan nasional. Apalagi, Indonesia merupakan negara dengan luas wilayah yang terdiri dari banyak pulau.

Di sisi lain, Indonesia juga dinilai mempunyai pangsa pasar besar terkait keantariksaan sebagai upaya menciptakan nilai ekonomi dari kegiatan keantariksaan yang khususnya terkait peluncuran roket.

"Keunggulan geografis Indonesia yang terletak di khatulistiwa, menjadikan Indonesia cocok menjadi pusat peluncuran satelit. Indonesia berharap memiliki kemandirian dalam meluncurkan satelit untuk komunikasi, surveilans, mitigasi perubahan iklim, mitigasi bencana, dan sebagainya," ungkap Handoko.

Selain meninjau calon lokasi Bandar Antariksa, Kepala BRIN juga berkesempatan mengunjungi Balai Kendali Satelit, Pengamatan Antariksa dan Atmosfer dan Penginderaan Jauh Biak.

Handoko berkeliling melihat berbagai fasilitas yang ada seperti stasiun kerjasama LAPAN-ISRO Biak2 dan proyek pembangunan Gedung Fasilitas Stasiun Bumi Pengendali dan Penerima Data Satelit disebut juga proyek antena SBSN yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset (OR) Penerbangan dan Antariksa, Erna Sri Adiningsih menambahkan LAPAN sudah melakukan studi feasibilitas pada lahan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan di Biak. Kandidat utama lokasi yang dipilih berdasarkan beberapa aspek hasil kajian adalah Pulau Morotai dan Pulau Biak di mana naskah urgensi pengembangan sudah diselesaikan sejak 2019.

"Biak diketahui sudah sesuai dalam hal teknis dan lingkungan secara fisik. Namun harus diperluas karena belum memenuhi persyaratan minimum 1000 hektar untuk kebutuhan yang lebih besar, selain itu ada aspek sosial budaya yang harus dipikirkan secara serius," ujar Erna.

"Stasiun bumi di Biak sudah ada sejak lama sebelum BRIN terbentuk. Posisinya berbeda dengan lokasi yang diisukan akan dibangun bandara roket pengorbit satelit," terangnya menambahkan.

(TTF/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER