Balapan Mobil Tanpa Pengemudi Cetak Sejarah di Indianapolis

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 22:00 WIB
Dalam ajang yang dikhususkan untuk mobil self-driving atau mobil tanpa awak, tim dari TUM memenangkan hadiah US$1 juta atau sekitar Rp14 miliar. Ilustrasi mobil tanpa pengemudi. (Foto: hyundainews.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil otomatisasi yang bergerak berdasarkan artificial intelligence (AI) kembali mencetak sejarah baru di Sirkuit Balap Indianapolis dengan kecepatan rata-rata mobil 218 kilometer per jam.

Rekor tersebut dicetak dalam dua putaran oleh sebuah tim dari Universitas Teknik Munich (TUM) dalam ajang Indy Autonomous Challenge yang pertama kali diselenggarakan.

Dalam ajang yang dikhususkan untuk mobil self-driving atau mobil tanpa awak, tim dari TUM memenangkan hadiah US$1 juta atau sekitar Rp14 miliar.


Pada ajang tersebut tim dari TUM mengalahkan EuroRacing, tim Eropa lain yang salah satu murid yang menjadi teknisinya melakukan kesalahan koding, meskipun tim mereka mencatatkan rekor kecepatan paling tinggi dengan 223 kilometer per jam.

Mobil Dallara IL-15 milik EuroRacing telah diprogram untuk melaju dalam lima putaran, sedangkan kompetitornya melakukan pemrograman pada mobil untuk enam putaran. Hal tersebut lantas membuat mobil milik EuroRacing mengalami penurunan kecepatan pada putaran akhir.

"Saya punya rasa pahit di mulut saya," ucap Marko Bertogna, Profesor di Universitas Modena dan Reggio Emilia di Italia, sekaligus kepala tim EuroRacing mengutip AFP.

Kemudian tim lain yang juga berasal dari Eropa, PoliMOVE disebut memiliki peluang untuk menang. Profesor di Politeknik Universitas Milan dan Tim Manager PoliMOVE, Sergio Matteo Savaresi mengatakan pelacak GPS pada mobil milik tim mereka mati ketika balapan sedang berlangsung, membuat mobil tersebut 'buta' dan menghilangkan kesempatan untuk menang.

Setiap mobil tanpa awak ini bergantung pada sejumlah sensor dan perangkat untuk menunjang performanya. Perangkat tersebut meliputi sensor, kamera, radar. Tanpa perangkat penunjang tersebut mobil diprediksi tidak akan bergerak sempurna.

Sebuah bagian dari sejarah

Mobil Dallara IL-15 yang digunakan oleh setiap setiap tim memiliki bentuk seperti mobil Formula One, namun berukuran lebih kecil dan memiliki harga US$230 ribu atau sekitar Rp3,3 miliar. Teknologi yang tersimpan pada mobil tersebut membuat harga mobil bisa mencapai lebih dari US$1 juta.

Di antara teknologi yang disematkan pada mobil tersebut terdapat teknologi sensor yang disuplai oleh pionir industri Luminar. Teknologi ini disebut dapat memetakan permukaan sejauh 250 meter.

Kemudian catatan kecepatan rata-rata yang dicetak oleh tim TUM dengan mobil Dallara IL-15-nya adalah 218 kilometer per jam. Tidak jauh dari yang dikendarai oleh manusia dengan mobil yang sama," kata Alexander Wishcnewski yang merupakan anggota tim TUM.

Wischnewski mengatakan meskipun cuaca dingin dan basah di Indianapolis, sekaligus kurangnya pemanasan pada ban, hasil yang dihasilkan oleh timnya membuktikan mobil otonom merupakan teknologi masa depan.

"Tidak ada yang tahu bahwa (mobil tanpa awak) bisa melaju sekencang itu di sebuah kompetisi," kata Stefano dePonti, CEO Dallara Amerika Serikat yang menyebut dirinya menjadi saksi 'sebuah bagian dari sejarah.'

Lebih lanjut, Bertogna mengatakan dirinya yakin mobil tanpa awak Dallara sebenarnya bisa mencapai kecepatan 280 kilometer per jam dengan situasi jalan yang menunjang.

(mik/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER