Sampah Antariksa yang Membahayakan Astronaut

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Selasa, 16 Nov 2021 18:57 WIB
Astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional terpaksa berlindung di pesawat ketika stasiun itu melintasi puing-puing sampah di angkasa. Ilustrasi sampah bekas satelit dan roket di antariksa. (Foto: iStockphoto/janiecbros)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tujuh astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa berlindung di pesawat transportasi ruang angkasa ketika stasiun itu melintasi puing-puing sampah antariksa pada awal pekan ini.

ISS terus melewati puing-puing tersebut setiap 90 menit. Puing-puing berasal dari satelit Rusia yang hancur akibat uji coba senjata anti-satelit (ASAT) oleh negara itu sendiri. Uji coba tersebut menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing orbit yang dapat dilacak dan ratusan keping puing yang lebih kecil.

Para ahli mengatakan senjata anti-satelit yang menghancurkan target mereka menimbulkan bahaya luar angkasa dengan menciptakan awan pecahan yang dapat bertabrakan dengan objek lain, sehingga dapat memicu reaksi berantai proyektil melalui orbit Bumi.

"Terima kasih untuk hari yang gila tapi terkoordinasi dengan baik, kami sangat menghargai semua kesadaran situasional yang Anda berikan kepada kami," kata astronaut NASA Mark Vande Hei kepada kontrol misi NASA di Johnson Space Center di Texas saat check-in yang menandai akhir perjalanan para astronaut.

"Kami menantikan hari yang lebih tenang besok," tambahnya.

Selama percakapan, pengendali misi memberi tahu kru bahwa mereka menerima jadwal untuk semua lintasan puing-puing yang akan terjadi hingga Selasa (16/11). Selain itu, kontrol misi juga mencatat bahwa awak harus terus menutup palka ke modul dari inti stasiun ruang angkasa selama lintasan.

Sekitar pukul 09:30 EST (1430 GMT), situasi di atas stasiun ruang angkasa telah kembali normal, menurut pernyataan dari Perusahaan Negara untuk Kegiatan Antariksa Rusia, Roscosmos.

"Saat ini, kru Stasiun Luar Angkasa Internasional secara rutin melakukan operasi sesuai dengan program penerbangan. Orbit objek, yang memaksa kru hari ini untuk pindah ke pesawat ruang angkasa sesuai prosedur standar, telah menjauh dari orbit ISS, stasiun berada di zona hijau," kata kantor pers Roscosmos, seperti dikutip dari Space.

NASA, Roscosmos dan mitra mereka secara teratur memantau batas keamanan di sekitar stasiun luar angkasa. Pejabat stasiun sering melakukan manuver pada stasiun luar angkasa untuk menghindari puing-puing yang masuk ke zona mereka.

Dilansir dari LiveScience, manuver juga terjadi minggu lalu, ketika puing-puing dari uji anti-satelit China 2013 lewat di dekat stasiun pada 10 November.

Menurut ISS, pertemuan terakhir mereka dengan sampah antariksa tersebut terjadi sekitar pukul 09:50 EST (1450 GMT) dan berlangsung sekitar enam menit.

Tujuh kru di ISS berlindung di pesawat ruang angkasa Soyuz MS-19 dan Crew Dragon Endurance sebagai tindakan pencegahan saat menghadapi puing-puing yang dihasilkan dari pecahnya satelit.

Hal tersebut adalah prosedur standar stasiun ruang angkasa bagi astronaut untuk berlindung ke dalam kendaraan mereka jika terjadi keadaan darurat di angkasa.

(mrh/mik)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER