Reaksi APM Jepang yang 'Diuntungkan' Diskon PPnBM 100 Persen Permanen
CNN Indonesia
Senin, 13 Des 2021 17:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi relaksasi PPnBM 100 persen diperpanjang pada tahun depan. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --
Merek mobil Jepang, Daihatsu, Honda dan Toyota merespons rencana pemerintah yang hendak meneruskan aturan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen untuk mobil baru. Relaksasi PPnBM 100 persen permanen akan diberlakukan dengan alasan untuk mendongkrak industri otomotif dalam negeri.
Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) menjelaskan, rencana tersebut sangat baik di tengah kondisi pandemi covid-19.
Menurut Yusak, pihaknya masih terus mempelajari syarat yang menjadi kehendak pemerintah terkait aturan yang diperbolehkan adalah mobil dengan tingkat kandungan lokal minimal 80 persen. Ia sendiri menyambut baik bila merek Honda menjadi mobil yang "diuntungkan" aturan tersebut.
"Untuk PPnBMDTP permanen dengan syarat local purchase 80 persen, akan kami pelajari setelah mendapatkan lebih detail peraturannya untuk waktu dan petunjuk pelaksana lainnya," kata Yusak melalui pesan singkat, Senin (13/12).
Kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah saat ini sudah diterapkan dengan beberapa syarat termasuk kandungan lokal minimal 60 persen dan akan berakhir 31 Desember 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan saat ini meliputi potongan PPnBM 100 persen bakal mobil dengan mesin hingga 1.500 cc, potongan 50 persen bakal mobil 4x2 dengan mesin hingga 2.500 cc, dan 25 persen bakal mobil 4x4 yang memiliki mesin hingga 2.500 cc.
Untuk program kali ini ada 36 merek mobil yang menikmati kebijakan tersebut lantaran kandungan lokalnya sesuai ketentuan. Sedangkan jika syarat menjadi 80 persen, merek mobil yang sesuai hanya 11 model.
Secara terpisah Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy mengatakan pihaknya juga belum bisa merespons terlalu jauh rencana tersebut sampai pemerintah "mengetuk palu" diskon PPnBM 100 persen permanen berlaku.
"Kami masih menunggu formal aturannya, sambil koordinasi internal termasuk dengan pihak produksi atau pabrik," ujar Anton.
Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan perusahaan sangat mengapresiasi rencana pemerintah yang ingin melanjutkan relaksasi PPnBM untuk sejumlah mobil baru di Indonesia.
Ia mengklaim Honda akan meningkatkan kandungan lokal pada setiap produknya yang diproduksi di Indonesia.
"Karena tujuannya baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara umum melalui industri otomotif, maka kami sebagai APM memang terus selalu berkomitmen untuk menambah kandungan lokal secara berkala, sehingga banyak industri pendukung yang dapat merasakan dampak positifnya," kata Billy.
Sementara Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra bilang akan berupaya menyesuaikan ketentuan dari pemerintah jika relaksasi PPnBM dipertahankan. Daihatsu, dijelaskan Amelia akan maksimal menggairahkan industri otomotif nasional sesuai arahan pemerintah.
Sebagai infornasi 11 model yang punya kandungan lokal minimal 80 persen antaranya Toyota Veloz dengan 83 persen dan Toyota Kijang Innova 2.0 sebesar 83 persen.
Menariknya model mobil sejuta umat yaitu Toyota Avanza dan kembarannya, Daihatsu Xenia tidak masuk dalam daftar lantaran kandungan lokal tidak sampai 80 persen.
Kemudian Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla, masing-masing kandungan lokalnya mencapai 85 persen.
Berikutnya Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, dan Nissan Livina yang punya kandungan lokal masing-masing 80 persen. Sementara Honda HRV 1.8L 84 persen.
Dari lampiran itu juga diketahui bila produk yang memiliki kandungan lokal paling tinggi adalah Honda Brio Satya dengan 91 persen.
Jakarta, CNN Indonesia --
Merek mobil Jepang, Daihatsu, Honda dan Toyota merespons rencana pemerintah yang hendak meneruskan aturan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen untuk mobil baru. Relaksasi PPnBM 100 persen permanen akan diberlakukan dengan alasan untuk mendongkrak industri otomotif dalam negeri.
Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) menjelaskan, rencana tersebut sangat baik di tengah kondisi pandemi covid-19.
Menurut Yusak, pihaknya masih terus mempelajari syarat yang menjadi kehendak pemerintah terkait aturan yang diperbolehkan adalah mobil dengan tingkat kandungan lokal minimal 80 persen. Ia sendiri menyambut baik bila merek Honda menjadi mobil yang "diuntungkan" aturan tersebut.
"Untuk PPnBMDTP permanen dengan syarat local purchase 80 persen, akan kami pelajari setelah mendapatkan lebih detail peraturannya untuk waktu dan petunjuk pelaksana lainnya," kata Yusak melalui pesan singkat, Senin (13/12).
Kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah saat ini sudah diterapkan dengan beberapa syarat termasuk kandungan lokal minimal 60 persen dan akan berakhir 31 Desember 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan saat ini meliputi potongan PPnBM 100 persen bakal mobil dengan mesin hingga 1.500 cc, potongan 50 persen bakal mobil 4x2 dengan mesin hingga 2.500 cc, dan 25 persen bakal mobil 4x4 yang memiliki mesin hingga 2.500 cc.
Untuk program kali ini ada 36 merek mobil yang menikmati kebijakan tersebut lantaran kandungan lokalnya sesuai ketentuan. Sedangkan jika syarat menjadi 80 persen, merek mobil yang sesuai hanya 11 model.
Secara terpisah Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy mengatakan pihaknya juga belum bisa merespons terlalu jauh rencana tersebut sampai pemerintah "mengetuk palu" diskon PPnBM 100 persen permanen berlaku.
"Kami masih menunggu formal aturannya, sambil koordinasi internal termasuk dengan pihak produksi atau pabrik," ujar Anton.
Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan perusahaan sangat mengapresiasi rencana pemerintah yang ingin melanjutkan relaksasi PPnBM untuk sejumlah mobil baru di Indonesia.
Ia mengklaim Honda akan meningkatkan kandungan lokal pada setiap produknya yang diproduksi di Indonesia.
"Karena tujuannya baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara umum melalui industri otomotif, maka kami sebagai APM memang terus selalu berkomitmen untuk menambah kandungan lokal secara berkala, sehingga banyak industri pendukung yang dapat merasakan dampak positifnya," kata Billy.
Sementara Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra bilang akan berupaya menyesuaikan ketentuan dari pemerintah jika relaksasi PPnBM dipertahankan. Daihatsu, dijelaskan Amelia akan maksimal menggairahkan industri otomotif nasional sesuai arahan pemerintah.
Sebagai infornasi 11 model yang punya kandungan lokal minimal 80 persen antaranya Toyota Veloz dengan 83 persen dan Toyota Kijang Innova 2.0 sebesar 83 persen.
Menariknya model mobil sejuta umat yaitu Toyota Avanza dan kembarannya, Daihatsu Xenia tidak masuk dalam daftar lantaran kandungan lokal tidak sampai 80 persen.
Kemudian Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Daihatsu Ayla, masing-masing kandungan lokalnya mencapai 85 persen.
Berikutnya Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, dan Nissan Livina yang punya kandungan lokal masing-masing 80 persen. Sementara Honda HRV 1.8L 84 persen.
Dari lampiran itu juga diketahui bila produk yang memiliki kandungan lokal paling tinggi adalah Honda Brio Satya dengan 91 persen.