Pertumbuhan 5G di Indonesia Tak Hanya di Tangan Operator
CNN Indonesia
Kamis, 16 Des 2021 11:41 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pertumbuhan 5G di Indonesia disebut tak hanya ada di tangan operator telekomunikasi. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Network TelkomselNugroho menyebut pertumbuhan 5Gdi Indonesia tak hanya ada di tangan operator telekomunikasi, namun harus ada bantuan dari berbagai pihak.
Pernyataan tersebut berkaca dari percepatan teknologi 5G yang sangat cepat.
"Kalo kita liat China, sejak 2020 awal sampai sekarang sudah sampai 400 juta, karena ekosistem buildingnya itu begitu cepat," katanya dalam konferensi pers Telkomsel, Jakarta, Rabu (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu bukan cuma tugas operator, tapi kita juga berkolaborasi dengan semua stake holder, termasuk dengan pemerintah, apakah ada bantuan dari sisi policy sehingga itu bisa sama-sama mempercepat," tambahnya.
"Yang kita ingin bangun ekosistemnya. Jadi kita lihat dulu use case-nya seperti apa ... harus ada kebutuhan pelanggannya," ujarnya.
Telkomsel saat ini memiliki 27 BTS menara 5G pada 19 titik di berbagai kota. Teknologi ini beroperasi di frekuensi n40 atau pada pita gelombang 2300MHz.
Menurut Nugroho, sa at ini pengguna 5G Telkomsel baru berkisar di angka seribu orang.
Simak tes jaringan 5G oleh CNNIndonesia.com di halaman berikutnya..
Pengujian 5G
CNNindonesia.com berkesempatan melakukan pengujian kecepatan dari layanan 5G yang diberikan Telkomsel.
Pengujian dilakukan di Telkomsel Smart Office di wilayah Gatot Subroto, Jakarta Selatan dengan dua buah perangkat Oppo Reno5.
Pada pengujian pertama, satu ponsel dengan jaringan 4G memberikan kecepatan unduh 134 Mbps, sedangkan ponsel lain yang menggunakan jaringan 5G memberikan kecepatan hampir lima kali lipat dengan 559 Mbps.
Bahkan menurut Vice President Network Service Management Area Jabotabek Jabar Telkomsel Moelky Furqan, kecepatan tersebut bisa menanjak hingga 1 Gbps jika diuiji saat jumlah pengguna lebih sedikit.
"Maksimum 1 Gbps saat pengguna low," katanya saat memandu pengujian 5G di Telkomsel Smart Office, Rabu (15/12).
Kemudian pengujian juga dilakukan untuk mengoperasikan perangkat robot. Robot yang dapat bergerak dan berbicara ini dikontrol dengan sistem perintah yang terlebih dahulu melewati cloud.
Secara sederhana perintah diberikan dari gawai, lalu masuk ke cloud, dan kemudian diteruskan ke robot. Sehingga jika jaringan kurang baik maka perintah yang dikirimkan pada robot akan terlambat.
Namun pada pengujian jaringan 5G, robot melakukan sejumlah perintah seperti menyapa, melakukan pengenalan wajah, dan menari dengan lancar.
Jakarta, CNN Indonesia --
Direktur Network TelkomselNugroho menyebut pertumbuhan 5Gdi Indonesia tak hanya ada di tangan operator telekomunikasi, namun harus ada bantuan dari berbagai pihak.
Pernyataan tersebut berkaca dari percepatan teknologi 5G yang sangat cepat.
"Kalo kita liat China, sejak 2020 awal sampai sekarang sudah sampai 400 juta, karena ekosistem buildingnya itu begitu cepat," katanya dalam konferensi pers Telkomsel, Jakarta, Rabu (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu bukan cuma tugas operator, tapi kita juga berkolaborasi dengan semua stake holder, termasuk dengan pemerintah, apakah ada bantuan dari sisi policy sehingga itu bisa sama-sama mempercepat," tambahnya.
"Yang kita ingin bangun ekosistemnya. Jadi kita lihat dulu use case-nya seperti apa ... harus ada kebutuhan pelanggannya," ujarnya.
Telkomsel saat ini memiliki 27 BTS menara 5G pada 19 titik di berbagai kota. Teknologi ini beroperasi di frekuensi n40 atau pada pita gelombang 2300MHz.
Menurut Nugroho, sa at ini pengguna 5G Telkomsel baru berkisar di angka seribu orang.
Simak tes jaringan 5G oleh CNNIndonesia.com di halaman berikutnya..
Pengujian 5G oleh CNNIndonesia.com
Pengujian kecepatan 5G (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Pengujian 5G
CNNindonesia.com berkesempatan melakukan pengujian kecepatan dari layanan 5G yang diberikan Telkomsel.
Pengujian dilakukan di Telkomsel Smart Office di wilayah Gatot Subroto, Jakarta Selatan dengan dua buah perangkat Oppo Reno5.
Pada pengujian pertama, satu ponsel dengan jaringan 4G memberikan kecepatan unduh 134 Mbps, sedangkan ponsel lain yang menggunakan jaringan 5G memberikan kecepatan hampir lima kali lipat dengan 559 Mbps.
Bahkan menurut Vice President Network Service Management Area Jabotabek Jabar Telkomsel Moelky Furqan, kecepatan tersebut bisa menanjak hingga 1 Gbps jika diuiji saat jumlah pengguna lebih sedikit.
"Maksimum 1 Gbps saat pengguna low," katanya saat memandu pengujian 5G di Telkomsel Smart Office, Rabu (15/12).
Kemudian pengujian juga dilakukan untuk mengoperasikan perangkat robot. Robot yang dapat bergerak dan berbicara ini dikontrol dengan sistem perintah yang terlebih dahulu melewati cloud.
Secara sederhana perintah diberikan dari gawai, lalu masuk ke cloud, dan kemudian diteruskan ke robot. Sehingga jika jaringan kurang baik maka perintah yang dikirimkan pada robot akan terlambat.
Namun pada pengujian jaringan 5G, robot melakukan sejumlah perintah seperti menyapa, melakukan pengenalan wajah, dan menari dengan lancar.