China Kurangi Subsidi Mobil Listrik Tahun Ini, Dicabut pada Akhir 2022

CNN Indonesia
Minggu, 02 Jan 2022 01:07 WIB
Pemerintah China menyatakan subsidi mobil listrik di sana dikurangi 30 persen tahun ini, lalu dicabut semuanya pada akhir 2022. Pengunjung di Auto China 2020 di Beijing, 26 September 2020. (AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia --

China memotong subsidi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), termasuk mobil listrik, sebesar 30 persen mulai tahun 2022.

Selanjutnya, Kementerian Keuangan China menyatakan subsidi untuk NEV akan berakhir pada 31 Desember 2022. Setelahnya tak akan ada lagi subsidi bagi kendaraan jenis tersebut.

Pemerintah China menyatakan seiring penguatan yang terjadi dalam penjualan di sektor itu berarti dukungan negara tak lagi diperlukan.


"Mengingat pertumbuhan industri kendaraan dengan energi baru, tren penjualan dan kelancaran transisi pabrikan, subsidi ... akan berakhir pada 31 Desember," demikian rilis Kemenkeu China seperti dikutip dari AFP, Sabtu (1/1). "Kendaraan yang terdaftar setelah 31 Desember 2022 tidak akan disubsidi," imbuhnya.

Sebagai informasi penjualan mobil jenis hibrida dan listrik telah meledak di China. Peningkatannya bahkan lebih dari 100 persen year-on-year dalam beberapa bulan terakhir.

China sebagai pasar mobil terbesar di dunia menerapkan kebijakan subsidi untuk meningkatkan penjualan mobil ramah lingkungan yakni 20 persen dari total pada 2025.

Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mendata mobil jenis ini setidaknya akan ditargetkan 18 persen dari semua penjualan pada 2022 ini. Jumlah itu meningkat drastis mengingat pada 2019 silam mereka hanya menghitung lima persen.

CAAM menyatakan 27,5 juta kendaraan telah terjual tahun ini, di mana lima juta di antaranya adalah mobil listrik dan hibrida.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER