Kuasai 60 Persen Pasar, Mobil Rp250 Juta Disebut Bukan Barang Mewah

CNN Indonesia
Rabu, 05 Jan 2022 23:35 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menjelaskan mobil Rp250 jutaan sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Suasan booth Toyota di GIIAS 2021. (Foto: (CNNIndonesia/Adi Ibrahim))
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai mobil mesin 1.500 cc dan rentang harga di bawah Rp250 juta bukan lagi barang mewah. Hal itu tercermin kala mobil kapasitas di bawah 1.500 cc dengan kisaran harga Rp250 juta menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar di tahun lalu.

"Hal ini menunjukkan kendaraan dengan jenis tersebut mendominasi pasar mobil di dalam negeri, dan sesuai dengan daya beli masyarakat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/1).

Ia menjelaskan mobil di segmen tersebut diibaratkan sebagai kebutuhan masyarakat.


"Sehingga, kami berpendapat bahwa mobil dengan harga di bawah Rp250 juta bukan lagi merupakan barang mewah, namun telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat," ucap Agus.

Maka dengan pertimbangan tersebut, Kemenperin mengusulkan agar mobil dengan harga di bawah Rp250 juta dan local purchase atau pembelian komponen lokal minimal sebesar 80 persen tidak lagi dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mulai tahun ini.

Sebelumnya Agus sempat menyebutkan mobil di segmen itu masuk kategori "mobil rakyat".

Menurut Agus, usulan ini dapat menjaga kelangsungan industri otomotif pada 2022 dan selanjutnya.

"Kebijakan stimulus PPnBM DTP terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif," ujar Agus.

Selain itu menurut dia tingkat kandungan lokal yang tinggi juga menunjukkan produksi mobil tersebut mendukung pertumbuhan industri komponen di Tanah Air.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 550 perusahaan industri komponen Tier 1 dan 1.000 perusahaan industri komponen Tier 2 dan 3, yang sebagian besar merupakan IKM.

"Selain itu, dengan tingkat kandungan lokal tinggi, industri mobil di tanah air makin berpeluang menjadi basis ekspor kendaraan, terutama untuk negara-negara berkembang," kata dia.

Ia melanjutkan implementasi relaksasi PPnBM yang resmi berakhir 31 Desember 2021 telah menunjukkan hasil signifikan terhadap peningkatan penjualan mobil meski masih pandemi.

Kata dia periode Maret-November 2021, penjualan mobil yang menjadi peserta program stimulus PPnBM DTP mencapai 428.947 unit, atau meningkat 126,6 persen dari periode yang sama 2020.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER