Ahli Temukan Fosil Kepiting Purba Bermata Besar

CNN Indonesia
Senin, 24 Jan 2022 21:37 WIB
Ahli meyakini kepiting purba tidak memliki mata kecil bertangkai, melainkan besar dan majemuk. Ilustrasi kepiting. (Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat ini kepiting dewasa dikenal memiliki dua mata kecil, namun sekitar 95 juta tahun lalu hewan ini diketahui memiliki mata besar. Spesies Callichimera perpleca ini disebut menghasilkan penglihatan yang tajam.

Temuan bahwa kepiting prasejarah itu memiliki mata besar pertama kali diungkap dalam penglihatan yang diterbitkan jurnal iScience.

Tim peneliti palentologi telah menunjukkan bahwa kedua mata besar itu menghasilkan penglihatan yang dianggap sangat tajam.


Spesies itu berukuran seperempat, Callichimaera perplexa, tampak seperti laba-laba dengan kaki datar mirip dayung dan berada pada dasar perairan tropis dekat wilayah Kolombia, dan mampu berenang bebas.

Kepiting dewasa modern saat ini diketahui tam memiliki kemampuan berenang dengan baik, dan penglihatannya terbilang tak begitu tajam.

Spesies ini awalnya ditemukan pada 2005 oleh Javier Luque, seorang ahli paleontologi dari Kolombia yang sekarang menjadi peneliti di Universitas Harvard.

Kemudian dia menjelajahi bebatuan kaya fosil di departemen Boyacá Kolombia, sebutan provinsi di negara itu, dan menemukan fosil antropoda yang sangat detail.

Luque dan rekan-rekannya akhirnya mengumpulkan lebih dari 100 spesimen, banyak di antaranya sangat terpelihara baik.

"Ini ukuran sampel yang sangat besar. Jarang sekali Anda mendapatkan 100 spesimen," kata Luque dikutip Indian Express.

Ada tujuh spesimen yang diawetkan lengkap dengan detail mata. Tetapi, hal ini menimbulkan teka-teki karena kepiting modern biasanya memiliki mata kecil yang berada di ujung tangkai, dan ditutupi oleh pelindung. Sedang Callichimaera memiliki mata besar tanpa tangkai.

Akhirnya ia menyimpulkan bahwa kepiting melewati beberapa tahap pertumbuhan, dimulai sebagai makhluk kecil yang mirip udang sebelum akhirnya memiliki postur tubuh seperti saat ini.

Untuk mengetahui bagaimana Callichimaera menggunakan matanya, Jenkins dan Luque menggunakan banyak spesimen Callichimaera yang tersedia untuk menyusun urutan pertumbuhan.

Mereka membandingkannya dengan 14 spesies hidup dari seluruh famili kepiting. Mereka terkejut menemukan bahwa tidak seperti spesies kepiting lainnya, Callichimaera mempertahankan matanya yang besar hingga dewasa.

Faktanya, penghitungan mereka menunjukkan bahwa mata majemuk Callichimaera tumbuh lebih cepat daripada kepiting modern yang diambil sampelnya. Mereka juga menemukan bahwa pertumbuhan mata Callichimaera 16 persen lebih cepat dari pertumbuhan badan.

Luque menjelaskan mata yang tumbuh cepat dan kuat ini menunjukkan bahwa Callichimaera dewasa memangsa makhluk yang lebih kecil, menurut laporan New York Times.

(can/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER