Sejarah Hacker Rusia dan Dampak Serangan Siber ke Berbagai Negara

CNN Indonesia
Kamis, 10 Mar 2022 07:17 WIB
Hacker dari Rusia meretas negara pecahan Uni Soviet seperti Estonia, Georgia, dan Ukraina pada 2007. Kemudian menyebar ke blok barat seperti Jerman hingga AS. Ilustrasi serangan siber dari Rusia. (Foto: iStock/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia menjadi negara paling ditakuti untuk urusan perang siber. Serangan siber dari Rusia ke beberapa negara pernah terekam jejaknya lebih dari 20 tahun lalu.

Dalam beberapa dekade terakhir pemerintah Rusia dianggap telah melakukan belasan serangan siber terhadap negara-negara asing, di antaranya untuk merugikan kandidat politik tertentu, hingga menyebar kekacauan.

Pada 1996 Amerika Serikat (AS) menjadi negara yang menjadi target peretasan oleh Moonlight Maze, untuk melakukan spionase di dunia maya pertama.


Rusia bertanggung jawab atas serangan Moonlight Maze yang melibatkan pencurian sejumlah informasi rahasia besar milik lembaga pemerintah AS, termasuk Departemen Energi, NASA hingga Departemen Pertahanan AS. Peretasan ini sangat serius membahayakan kemampuan, strategi, dan kepentingan keamanan nasional AS.

Serangan Moonlight Maze canggih untuk saat itu mengarahkan komunikasi melalui server pihak ketiga untuk menghindari deteksi dan membangun backend dalam sistem sehingga mereka dapat masuk kembali nanti untuk mengekstrak data.

Serangan itu dilakukan selama dua tahun, dan diklasifikasi sebagai Advanced Persistent Threat (APT), sebuah ancaman perangkat lunak yang sangat tersembunyi sehingga sulit untuk dideteksi.

Moonlight Maze awalnya dipandang sebagai serangan yang berdiri sendiri tetapi, setelah beberapa waktu, peneliti komputer dan penyelidik mulai melihat pendekatan serupa yang digunakan dalam serangan lain.

Akhirnya, baru disadari kelompok-kelompok ini didukung pemerintah Rusia.

Rusia kembali meretas negara pecahan Uni Soviet seperti Estonia, Georgia, dan Ukraina pada 2007. Kemudian menyebar ke blok barat seperti Jerman hingga AS.

Pada 2008 kelompok peretas Rusia, Turla mulai melakukan penyerangan kepada sistem militer AS dengan memanfaatkan "pintu belakang sistem", rootkit, dan menginfeksi situs website pemerintah. Intelijen Rusia dituduh menjadi dalang atas serangan tersebut.

Pada 2017 hampir dua puluh tahun setelah Moonlight Maze menyerang, empat peneliti dari Kaspersky Labs dan Kings College di London dapat memperoleh server pihak ketiga yang digunakan untuk merutekan serangan Moonlight Maze dan menghubungkan serangan Moonlight Maze dengan Turla.

Atas temuan itu menunjukkan serangan yang dilakukan didukung Rusia.

Kelompok-kelompok Peretas Rusia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER